Bogor Diserbu Ribuan PKL Dadakan

"Kalau PKL musiman seperti itu, kita sedikit memberi toleransi," kata Kepala Dinas UMKM Kota Bogor, Eko Prabowo.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 09 Jun 2016 12:54 WIB

Author

Rafik Maeilana

Bogor Diserbu Ribuan PKL Dadakan

Satpol PP Kota Bogor sedang menertibkan pedagang kaki lima (PKL). (Foto: kotabogor.go.id)

KBR, Bogor - Ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) dadakan menyerbu Kota Bogor Jawa Barat.

Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun, yang membuat pendataan PKL terkendala.

Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, jumlah PKL yang menyerbu pasar-pasar terus bertambah.

Data terakhir di tahun 2015, ada sekitar 4,500 PKL yang terdata. Namun hingga pertengahan tahun ini, diperkirakan jumlahnya terus bertambah seiring datangnya bulan Ramadan.

"Kalau data pasti tidak ada kita, kalau data yang by name by address itu kita ada 4,500 sekian. (Jumlahnya selalu naik?) kita usahakan tidak naik. Kalau ada lebih dari 4,500 tadi, berarti itu PKL baru," kata Eko Prabowo kepada KBR, Kamis (9/6/2016)

Eko menjelaskan, berdasarkan pantauan petugas di sejumlah pasar, PKL kian menjamur. Terlihat beberapa diantara mereka adalah PKL yang baru beroperasi.

"Di pasar PKL kembali menjamur, padahal waktu itu sudah ditertibkan. Biasanya saat puasa dan jelang hari raya selalu bertambah," jelasnya.

Eko menambahkan, terlebih lagi banyak PKL baru yang berada di luar pasar. Seperti pedagang takjil yang marak saat bulan Ramadan.

"Kalau PKL musiman seperti itu, kita sedikit memberi toleransi. Makanya kita nanti akan sediakan pusat pedagang takjil. Dan ada beberapa yang sudah kita bina, tersebar di 14 titik lokasi binaan kita," kata Eko.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme