Bea Cukai: Mau Mudik, TKI Jangan Terima Titipan Barang! Bahaya!

"Bisa disisipi narkoba. Maka resiko ditanggung oleh yang membawa barang," kata Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 16 Jun 2016 12:12 WIB

Author

Adima Sukotjo

Bea Cukai: Mau Mudik, TKI Jangan Terima Titipan Barang! Bahaya!

Kantor Bea Cuka Nunukan membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang diselipkan lewat barang-barang elektronik seperti televisi LCD. Barang-barang itu kemudian dititipkan ke orang lain. (Foto

KBR, Nunukan - Kantor Bea Cukai di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengingatkan kepada para buruh migran yang bekerja di Malaysia, supaya tidak menerima barang titipan dari orang asing.

Kepala Kantor Bea Cukai Kabupaten Nunukan, Max Rori mengatakan titipan barang dari orang asing yang biasanya berupa barang barang bawaan penumpang kemungkinan bisa diselipi narkotika jenis sabu sabu.

"Karena bisa saja di dalam barang tersebut sudah disisipkan narkotika. Jadi beberapa kali kami menemukan ada orang membawa barang titipan, seperti tivi, mesin cuci, pemanas air. Disisipi narkotika. Itu bahaya. Kalau itu terjadi maka resiko ditanggung oleh yang membawa barang tersebut," kata Max Rori, Kamis (16/6/2016).

Max Rori menambahkan, para TKI yang berencana mudik juga diimbau mencurigai orang asing yang menitipkan barang bawaan dengan iming-iming upah yang tinggi.

Banyak TKI yang tidak memahami resiko jika tertangkap saat membawa barang titipan yang berisi narkotika.

Padahal hukuman berat hingga hukuman mati sudah memanti para TKI yang kedapatan membawa barang barang bawaan yang terdapat narkotika.

Kasus TKI membawa titipan barang berujung pidana, diantaranya menimpa buruh migran asal Ponorogo, Jawa Timur, Rita Krisdianto.

Saat pulang bekerja dari Hong Kong, Rita mendapat titipan koper berisi pakaian dari kenalannya. Rita dilarang membuka koper itu.

Namun begitu sampai di Penang, Malaysia, Rita ditangkap polisi. Koper titipan itu ternyata berisi empat kilogram sabu. Pengadilan tingkat pertama memvonis Rita dengan hukuman mati.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8