Banjir Rob Diklaim Tak Pengaruhi Wisata di Trenggalek

Tingkat kunjungan wisata di Trenggalek rata-rata mencapai 2000 wisatawan per hari atau 700 ribu wisatawan per tahun

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 12 Jun 2016 14:07 WIB

Author

Adhar Muttaqin

Banjir Rob Diklaim Tak Pengaruhi Wisata di Trenggalek

Pantai Konang Trenggalek. Foto: Adhar Muttaqin

KBR, Trenggalek - Pemerintah kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengklaim banjir rob dan gelombang tinggi yang terjadi selama sepekan terakhir tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisata dan target retribusi pendapatan daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Trenggalek, Catur Budi mengatakan, banjir rob terjadi pada saat kunjungan wisata sedang rendah (low season) karena bertepatan dengan awal puasa. 

"Untuk kunjungan wisata tidak terlalu berpengaruh, karena kebetulan kunjungan wisata dari luar kota tidak ada," katanya. 

Meski demikian, Catur Budi mengakatakan, banjir dan gelombang tinggi mengakibatkan sebagian besar usaha warung dan toko yang berjajar di pinggir pantai mengalami kerusakan akibat diterjang banjir dan tertimbun pasir. Akibatnya, warga tidak bisa menjalankan aktifitas seperti biasa.

Pada kondisi normal tingkat kunjungan wisata di Trenggalek rata-rata mencapai 2000 wisatawan per hari atau 700 ribu wisatawan per tahun, dengan pendapatan retribusi sebesar Rp5,9 Miliar per tahun.

Catur menambahkan, lembaganya tidak akan melakukan penutupan sementara terhadap sejumlah objek wisata pantai yang berada di Kecamatan Panggul, Munjungan dan Kecamatan Watulimo. Pihaknya mengklaim, kawasan di sekitar pantai masih aman untuk dikunjungi, namun wisatawan dilarang bermain ombak.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme