Awas Banjir Rob! Gelombang Pasang Samudera Hindia Bakal Terjadi Hingga Akhir Pekan

"Ini memicu gelombang laut yang sangat tinggi," kata analis BMKG Rendi Krisnawan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 09 Jun 2016 10:42 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Awas Banjir Rob! Gelombang Pasang Samudera Hindia Bakal Terjadi Hingga Akhir Pekan

Ilustrasi. Sebuah kendaraan truk melintas di tengah banjir rob di pesisir pantai Demak, Jawa Tengah. (Foto: dkp.jatengprov.go.id)

KBR, Cilacap – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Jawa Tengah memperkirakan gelombang pasang di Samudera Hindia akan terus terjadi hingga akhir pekan ini.

Analis BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan banjir rob disebabkan pengaruh astronomi saat bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus (spring tide). Hal ini mengakibatkan naiknya tinggi muka laut.

Kondisi ini merupakan siklus rutin bulanan yang normal terjadi. Namun karena bersamaan dengan anomali positif tinggi muka air laut 15-20 centimeter, naiknya permukaan air laut ini menyebabkan wilayah pesisir terdampak naiknya air laut ke daratan.

Angin tenggara berkecepatan hingga 30 knot atau setara dengan sekira 50 kilometer per jam menyebabkan gelombang pasang laut menerjang hingga ratusan meter ke daratan. Di Jawa Tengah bagian selatan, wilayah terdampak adalah pesisir Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga perbatasan Yogyakarta.

BMKG mengimbau warga tidak beraktivitas di kawasan pantai agar terhindar dari terjangan gelombang tinggi yang bisa datang sewaktu-waktu.

Tinggi gelombang di pantai bisa mencapai empat meter sedangkan di laut lepas mencapai enam meter.

"Gelombang tinggi yang terjadi, pada umumnya di selatan Jawa Tengah. Itu disebabkan oleh siklus astronomi terjadinya bumi, bulan dan matahari yang berada di garis lurus atau spring tide. Sehingga mengakibatkan naiknya tinggi muka laut. Lalu ditunjang adanya kondisi tekanan udara di barat daya Australia sehingga menyebabkan kecepatan angin cukup tinggi. Ini memicu gelombang yang sangat tinggi," kata Rendi Krisnawan.

Dihubungi KBR, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan gelombang tinggi yang menerjang daratan menyebabkan sekira 560 rumah di Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan terendam.

Akibatnya, puluhan warga mengungsi. Air laut masuk permukiman, lantaran jebolnya tanggul penahan ombak di Teluk Penyu.

Terjangan gelombang pasang air laut juga terjadi di Pantai Wisata Widarapayung, Adipala dan Cemara Sewu, Binangun.

Air laut masuk ke area wisata dan merusak sejumlah warung di pinggir pantai. Selain itu, pasang air laut merendam ruas jalan lintas selatan antara Kebumen-Binangun-Adipala dan Cilacap dengan ketinggian tertinggi mencapai 50 centimeter.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18