Ada Demo Tandingan, KNPB: Sudah Kami Duga

Juru bicara KNPB, Basoka Logo mengatakan, peserta demo tandingan ini adalah para pendatang yang tidak memiliki hubungan dengan tanah Papua.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 02 Jun 2016 13:09 WIB

Author

Dian Kurniati

Ada Demo Tandingan, KNPB: Sudah Kami Duga

Kelompok Masyarakat Peduli NKRI berunjukrasa menolak keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di halaman Kantor Walikota Sorong, Papua Barat, Selasa (31/5). Foto: A

KBR, Jakarta - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sudah menduga bakal ada demo tandingan atas demo yang mereka gelar dua hari lalu. Juru bicara KNPB, Basoka Logo mengatakan, peserta demo tandingan ini adalah para pendatang yang tidak memiliki hubungan dengan tanah Papua. Semisal dari Maluku, Timor Leste dan Sulawesi. Masyarakat, kata Basoka justru melihat demo yang digelar di Jayapura dan Sentani itu sebagai demo hiburan.

"KNPB bersama rakyat Papua, kami tahu akan terjadi seperti beginian. Dampak ini harus terjadi. Ini adalah musik yang dimainkan oleh KNPB, dan dampak harus terjadi seperti ini. Ini positif, kami pejuang, dan kami mengerti. (Jadi sudah menduga bakal ada demo tandingan ini ?) Ini masih kecil. Harus terjadi yang besar, dan kita akan melihat apakah orang Papua yang besar, apa pendatang yang besar. Di situ sudah jelas bahwa, kami anggap itu hiburan," kata Basoka kepada KBR, Kamis (02/06/16).

Basoka mengatakan, demo tandingan itu juga untuk mengukur kekuatan masyarakat Papua atau pendatang. Dia berujar, masyarakat Papua justru menanti demo penolakan yang besar, sehingga dapat membalasnya dengan demo yang tak kalah besar. Kata dia, demo adalah sebuah hal yang wajar untuk menuntut kemerdekaan, seperti yang terjadi di Timor Leste dulu.

Hari ini, para pendatang menggelar demo di Jayapura dan Sentani. Mereka mengatasnamakan Pancasila untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berarti mereka menolak pembebasan Papua dari Indonesia.

Kepolisian sebelumnya sempat menangkap 200 orang di Sentani dan 7 orang di Manado saat aksi damai menuntut pembebasan dua aktivis KNPB Steven Itlay dan Jus Wenda yang dikenakan pasal makar dan penganiayaan. Dua ratus orang yang ditangkap di Sentani sudah dibebaskan.

Aktivis KNPB Victor Yeimo mengatakan akan terus menyuarakan referendum Papua dan mendukung organisasi Gerakan Bersatu Pembebasan Papua Barat United Liberation ULMWP  yang tergabung dalam komunitas rumpun Melanesia MSG. Meraka juga mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar apabila kepolisian masih represif dan melakukan penangkapan aktivis KNPB.

Editor: Sasmito 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme