30 Hektar Lahan PT SSS Terbakar, Warga Pekanbaru: Kami Trauma

Sekira 30 hektar lahan gambut di lahan konsesi PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, kembali terbakar.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 17 Jun 2016 13:01 WIB

Author

Rudhy

30 Hektar Lahan PT SSS Terbakar, Warga Pekanbaru: Kami Trauma

Pesawat perusahaan PT SSS memadamkan api di lahan konsesi mereka di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau. Foto: Green Radio Pekanbaru.

KBR, Pekanbaru – Sekira 30 hektar lahan gambut di lahan konsesi PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, kembali terbakar. Kebakaran lahan ini sudah terjadi sejak Rabu (8/6/2016) pekan lalu.

Informasi yang diperoleh dari salah seorang karyawan perusahaan yang turut memadamkan api di lokasi kebakaran lahan, Doni, api terpantau pertama kali pada Selasa (7/6/2016) malam, melalui menara pemantau milik PT SSS.

“Kita mengetahui itu malam Selasa pukul tujuh belas tiga puluh. Kita mendapatkan informasi dari tower (menara-red) PT SSS bahwa ada api dan kita langsung turun ke lapangan pada Rabu,” jelas Doni di lokasi kebakaran lahan, Kamis (16/6/2016) kemarin.

Ia menambahkan, upaya pemadaman kebakaran lahan hingga kini masih terus diupayakan pihak perusahaan dengan mengerahkan 60 karyawan. Bahkan untuk mengantisipasi meluasnya api, puluhan karyawan tersebut terpaksa menetap sementara di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, puluhan masyarakat yang dibayar PT SSS juga turut mengawasi dan memadamkan api.

Selain dari perusahaan dan masyarakat, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut menurunkan satu unit helikopter Water Boombing ke lokasi konsesi perusahaan untuk mempercepat pemadaman api.

“Ada satu helikopter dari BNPB disini yang turut memadamkan api. Ada juga dua pesawat kecil dari perusahaan,” jelas Doni lagi.

Kebakaran lahan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit ini sudah memasuki hari ke-sembilan. Kebakaran ini juga membuat masyarakat Pekanbaru geram.

Pasalnya, bencana kabut asap tahun 2015 lalu merupakan bencana asap terburuk dan terbanyak menelan korban jiwa dan kerugian. Bencana itu juga masih menyisakan trauma bagi sebagian besar masyarakat Pekanbaru.

“Jangan sampailah kabut asap muncul lagi. Kita cukup trauma terutama melihat anak-anak ini. Pemerintah harusnya segera menindak perusahaan yang membakar lahannya itu. Atau siapa sajalah yang membakar lahan atau hutan. Kita korbannya di sini. Mereka enak-enak saja membakar lahannya,” ungkap Syafaruddin, salah seorang warga Pekanbaru menanggapi mulai munculnya kabut asap dalam beberapa hari terakhir. (qui) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN