covid-19

Waspada, Gelombang 5 Meter Intai di Perairan Jateng dan DIY

Potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia dan pantai selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta, antara tanggal 3 hingga 7 Juni 2015 mendatang.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 04 Jun 2015 11:40 WIB

Waspada, Gelombang 5 Meter Intai di Perairan Jateng dan DIY

Ilustrasi gelombang tinggi air laut. Foto: Antara

KBR, Cilacap – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pengamatan Cilacap, Jawa Tengah memperingatkan potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia dan Pantai Selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gelombang tinggi itu diperkirakan terjadi antara 3 hingga 7 Juni 2015 mendatang.

Kepala Analis BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, di Samudera Hindia gelombang mencapai lima meter. Sedangkan di wilayah perairan selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta antara 2,5 meter hingga lima meter.

Menurut dia gelombang setinggi ini amat berbahaya bagi kapal dengan tinggi lambung timbul kurang dari tiga meter. Artinya, kapal ukuran 30 gross ton ke bawah diimbau tidak melaut.

"Perkiraan gelombang tinggi ini antara dua hingga lima meter untuk perairan maupun samudera Cilacap, Kebumen, Purworejo, Hingga Yogyakarta. Memang yang lebih tahu itu administratur pelabuhan mengenai mampu atau tidaknya menghadapi gelombang ini.Tapi yang jelas gelombang setinggi lima meter ini akan sangat berbahaya bagi semua jenis kapal, mulai kapal kecil sampai besar," kata Teguh kepada KBR, Kamis (4/6/2015).

Teguh Wardoyo menjelaskan imbauan untuk tidak melaut ini juga berlaku bagi nelayan perahu kecil. Begitu pun dengan wisatawan pantai diminta untuk tidak berenang. Sebab, gelombang tinggi sewaktu-waktu bisa mencapai garis pantai.

Dia menambahkan, kecepatan angin di samudera lepas berkecepatan antara 15 hingga 30 knot. Sedangkan di wilayah pantai, kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 30 knot.

Editor: Quinawaty Pasaribu

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17