Tiga Saksi Diperiksa Terkait Kasus Penelantaran Anak oleh Tersangka Margreit

Francky A Maringka (46) Yuliet Christin (41), serta Lorraine I Soriton (58) Diperiksa Terkait Kasus Penelantaran Margreit

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 18 Jun 2015 17:44 WIB

Author

Yulius Martony

Saksi Francky A Maringka (46) dan istrinya Yuliet Christin (41) yang pernah tinggal dan bekerja di r

Saksi Francky A Maringka (46) dan istrinya Yuliet Christin (41) yang pernah tinggal dan bekerja di rumah tersangka Margreit. Foto: KBR/ Yulius Martoni

KBR, Bali- Tiga orang saksi diperiksa terkait kasus penelantaran anak dengan tersangka Margreit. \

Ketiga saksi tersebut yaitu Francky A Maringka (46) dan istrinya Yuliet Christin (41) yang pernah bekerja di rumah Margreit. Serta Lorraine I Soriton (58) yang tinggal di rumah tersangka dalam kurun waktu November 2014 sampai Maret 2015.

Kepada wartawan, Francky A Maringka mengatakan sering melihat perlakukan kasar Margreit kepada Angeline. Selain itu, Margreit sering hanya memberi sedikit makan pada Angeline.

"Satu hari (makan) satu kali, sering. Satu hari tidak makan, itu juga sering," ujar Francky.

Lebih lanjut, Francky mengatakan, tersangka Margreit sering berkata kasar kepada Angeline.  

"Kalau mamanya (Margreit) marah-marah karena menganggap kerjaan Angeline tidak beres, siang Angeline tidak makan. malam baru dapat. Kalau mamanya marah-marah dari siang sampai malam, ya seharian Angeline tidak makan," jelasnya.

Sementara saksi Yuliet Christin (41) mengatakan hal yang sama. Bahkan Angeline sempat ditarik rambutnya oleh tersangka.

Yuliet mengatakan tidak berani melaporkan kejadian yang sering menimpa Angeline karena masih ada hubungan kekerabatan dengan tersangka Margreit.

Margreit ditetapkan tersangka kasus menelantarkan anak dan AG di tetapkan tersangka pembunuhan terhadap Angeline. Angeline ditemukan tewas terkubur di belakang rumah orang tua angkatnya minggu lalu di jalan sedap malam no.26 Kesiman Denpasar.

Editor: Rio Tuasikal
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ronde 2 - Rokok Elektrik

PM Inggris Perintahkan WFH Selama 6 Bulan

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18