Tiga Kecamatan di Cilacap Krisis Air Bersih, BPBD Cilacap Kirim 38 Tangki

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Supriyanto mengatakan, pihaknya telah mengirim 38 tangki air bersih berkapasitas 5000 liter ke sejumlah desa di tiga kecamatan.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 10 Jun 2015 11:21 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Ilustrasi: umvoti.gov.za

Ilustrasi: umvoti.gov.za

KBR, Cilacap – Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Supriyanto mengatakan, pihaknya telah mengirim 38 tangki air bersih berkapasitas 5000 liter ke sejumlah desa di tiga kecamatan.

"Sementara ini wilayah Cilacap barat yang menjadi prioritas kita. Patimuan sekitar 25 tangki, jumlah keseluruhan sekitar 38 tangki," kata Supriyanto kepada KBR, Rabu (10/6/2015).

Ketiga kecamatan itu yakni, Kecamatan Patimuan, Kawunganten dan Kecamatan Bantarsari. Tiga kecamatan itu, ditambah Kecamatan Gandrungmangu, yang merupakan kecamatan paling rawan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap.

"Kita sudah melakukan (distribusi), PMI juga sudah melakukan. BPBD selalu siap droping saat ada permintaan. Patimuan, Kawunganten dan Bantarsari yang sudah meminta kiriman air bersih. Ada juga Kecamatan Gandrungmangu yang sudah meminta," tambahnya.

Supriyanto menambahkan, BPBD Cilacap hanya mengirimkan air bersih ke daerah-daerah yang telah mengajukan permintaan bantuan.

Tahun 2015 ini BPBD Cilacap menyiapkan 200 air bersih ditambah 1000 tangki dari Badan Koordinasi Wilayah III Jawa Tengah sebanyak 1000 tangki dan sejumlah lembaga lain, yakni Palang Merah Indonesia (PMI) Cilacap. Tidak tertutup kemungkinan pula, bantuan air bersih dikirim oleh lembaga sosial lain yang peduli dengan krisis air bersih yang terjadi di Cilacap.

Ia menjelaskan di Cilacap ada 77 desa di 13 kecamatan yang rawan krisis air bersih. Namun, ia yakin tahun ini menurun.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat Dinilai Tak Tegas Usut Pelaku Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

Kabar Baru Jam 15

Mengenal Sastra Dari Selatan