Bagikan:

Terganggu Patrol Sahur, Warga Jombang Aniaya Anak Kecil

Patrol sahur dan suara petasan, bikin pria paruh baya di Jombang, Jawa Timur, menganiaya anak di bawah umur hingga terluka parah.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 28 Jun 2015 14:14 WIB

Jordi Akbar Ibrahim, 15 tahun, warga Desa Kepatihan, Jombang, mengalami luka-luka serius di beberapa

Jordi Akbar Ibrahim, 15 tahun, warga Desa Kepatihan, Jombang, mengalami luka-luka serius di beberapa bagian tubuhnya usai dianiaya Sumaryanto. Foto: KBR/ Muji Lestari

KBR, Jombang – Terganggu kegiatan patrol sahur dan suara petasan, seorang pria paruh baya di Jombang, Jawa Timur, menganiaya anak di bawah umur hingga terluka parah, Minggu (28/06/2015). Kejadian itu bermula ketika korban yang bernama Jordi Akbar Ibrahim, 15 tahun, warga Desa kepatihan tengah berkeliling kampung bersama sebelas temanya sambil membunyikan alat musik dari bambu dan sesekali menyalakan petasan. Namun tiba-tiba, pelaku bernama Sumaryanto, 46 tahun, warga setempat langsung menyerang Jordi dari pos kamling setempat.

Korban penganiayaan, Jordi Akbar Ibrahim mengatakan, saat kejadian langsung berteriak meminta tolong. Namun kesebelas kawannya yang ketakutan langsung lari menyelamatkan diri. Akibatnya, dia langsung dipukuli dan diseret pelaku hingga mengalami luka serius di bagian kepala, wajah, dan kaki.

“Saya sama anak-anak itu nggak niat bikin ribut cuma patrol sambil nyalain petasan tapi nggak di depan rumahnya, agak jauh di dekat pos. Tahunya orangnya sudah menyanggong. Bagian kepala ini yang kena semua, sama kaki, kena cakar, diseret juga, dipukuli pakai tangan kosong tapi ada cincin batu akiknya,” kata Jordi.

Usai kejadian, para saksi mata kejadian langsung menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan, beberapa warga lain yang prihatin dengan aksi frontal Sumaryanto nyaris terlibat keributan dengan pelaku. Namun, beruntung bentrok tidak sampai terjadi setelah beberapa warga lain berhasil melerai kedua belah pihak.

Ditemui terpisah, Sumaryanto mengaku, hanya untuk memberi pelajaran kepada korban. Sebab merasa terganggu dengan kegiatan patrol dan petasan.  Alasannya, karena orang tuanya sedang menderita sakit jantung.

Pihak keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu kepada  Polres Jombang. Sebagai bukti laporan, keluarga Jordi juga meminta visum dari Rumah Sakit, agar kasusnya ditindaklanjuti kepolisian. Saat ini kasusnya masih ditanganai oleh Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (UPPA) kepolisian Jombang.  


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Problematika Bantuan Sosial BBM

Most Popular / Trending