Pemprov NTT Segera Salurkan Bantuan Beras Seribu Ton dari Menteri Sosial

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur segera menyalurkan seribu ton beras kepada warga yang dilanda kekeringan

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 27 Jun 2015 20:27 WIB

Author

Silver Sega

Pemprov NTT Segera Salurkan Bantuan Beras Seribu Ton dari Menteri Sosial

Bantuan Beras. (Foto: Antara)

KBR, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur segera menyalurkan seribu ton beras kepada warga yang dilanda kekeringan. Juru Bicara Gubernur NTT Lambert Ibi Riti mengatakan, seribu ton beras itu merupakan bantuan dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Kata dia, beras itu akan disalurkan kepada warga di 2 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Bapa ibu di lima desa tidak akan kekurangan bahkan itu sampai tujuh bulan ke depan. Karena langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah pusat khususnya ibu menteri pada tanggal 16 di Banyuwangi, ibu menteri sudah sepakat dengan pemerintah banyuwangi untuk mengirim seribu ton beras ke NTT dan berasnya sudah sampai malah. Karena itu saya yakin betul untuk TTS khusus di dua kecamatan itu tidak akan mengalami kekurangan pangan. Karena cadangan pangan yang disiapkan pemerintah siap untuk disistribusikan," kata Lambert Ibi Riti di Kupang, Sabtu (27/06).

Juru Bicara Gubernur NTT Lamber Ibi Riti menambahkan, cadangan beras masih tersedia, baik di Kabupaten TTS, maupun Provinsi NTT.

Dia mengatakan, untuk jangka panjang, tim dari pemerintah pusat sedang meneliti kemungkinan mambangun sumur bor bagi warga di lima desa itu, agar bisa dipakai saat musim kemarau, seperti sekarang.

Editor: Erric Permana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10