Pemkot Mataram Awasi Tiga Daerah Sasaran Anjal

Data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram, sebut ada tiga kawasan yang rawan anak jalanan (anjal)

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 09 Jun 2015 15:46 WIB

Author

Zaenudin Syafari

ilustrasi anak jalanan. Foto: Antara

ilustrasi anak jalanan. Foto: Antara

KBR, Mataram- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram, bakal tingkatkan patroli dan pendirian pos pantau anak jalanan atau anjal di tiga kawasan. Tiga kawasan itu adalah pemakaman umum Karang Median, beberapa Masjid dan pusat perbelanjaan seperti Mataram Mall. Kepala Disosnaketrans Kota Mataram Ahsanul Khalik Selasa (06/09) di Mataram mengatakan patroli dilakukan menyusul laporan masyarakat yang sudah terganggu dengan kegiatan mereka.

“Pos pantau itu formulasi kedua. Yang pertama itu rancangannya bagaimana satgas sosial melakukan patroli sosial lebih intens. Patroli sosial lebih intens ini membutuhkan empat sepeda motor dan dua mobil, ini itu sudah disiapkan. Lokasi barunya di kuburan Karang Medain, kemudian kemungkinan besar di Mall dan pada hari Jumat di beberapa Masjid” kata Ahsanul Khalik.

Untuk menangani keberadaan anjal tersebut, Disosnakertrans Kota Mataram sudah menyiapkan sejumlah kendaraan yang akan digunakan untuk melakukan patroli. Jika kegiatan patroli bisa menangani keberadaan anjal di bulan puasa, maka keberadaan pos pantau anjal tidak diprioritaskan. Selain itu, pihaknya juga sudah mengirimkan surat edaran kepada masyarakat agar tidak memberikan uang atau barang dalam bentuk apapun kepada anjal.

Editor: Dimas Rizky
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis