Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Pemulangan Jenazah Angeline

Pemerintah Banyuwangi telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memulangkan jenazah bocah 8 tahun yang dibunuh di Denpasar tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 11 Jun 2015 18:39 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Pemulangan Jenazah Angeline

Pra rekonstruksi pembunuhan A. Foto: Yulius Martony KBR

KBR, Banyuwangi- Pemkab Banyuwangi Jawa Timur siap memfasilitasi pemulangan jenazah Angeline dari Denpasar Bali menuju Banyuwangi. Pemerintah Banyuwangi telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memulangkan jenazah bocah 8 tahun yang dibunuh di Denpasar tersebut.

Kepala Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Banyuwangi Alam Suderajad mengatakan, untuk membawa pulang jenazah Angeline dari Bali ke Banyuwangi pihaknya melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Bali, Dinas Sosial Bali dan aparat kepolisian.

Kata Alam, pihaknya bersama pemerintah desa sudah mengurus persiapan kedatangan jenazah di Dusun Tulungrejo, Banyuwangi. Pihak kepolisian juga siap membantu perjalanan pemulangan jenazah dari Bali ke Banyuwangi.

“Jadi semua biaya ini pemerintah daerah siap membiayai dan memfasilitasi sampai ke pemakaman. Jadi Anggeline ini orang tuanya dari Banyuwangipatnya di Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore. Makanya pak bupati sudah mengambil kebijakan bahwa terkait dengan warga Banyuwangi dimanapun berada apakah yang menjadi TKW, TKI dan sebagainya pemerintah Banyuwangi siap untuk memfasilitasi,”kata Alam Suderajad (11/6/2015).

Angeline adalah anak kedua Hamidah dan Rosidiq. Hamidah berasal dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Hamidah anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Misyah dan Senimo. Hamidah sudah meninggalkan Banyuwangi untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Bali sejak berusia 15 tahun. Kemiskinan yang membelit keluarga Misyah membuat Hamidah hanya bisa sekolah hingga kelas 3 SD dan bekerja di usia belia. 

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Bali akhirnya menemukan bocah perempuan asal Bali, Angeline, 8 tahun, yang hilang sejak Mei 2015. Angeline ditemukan dalam keadaan tewas dan dikubur di rumah ibu angkatnya, Margareth. 

Komisi Nasional Perlindungan Anak sempat mencurigai pelaku hilangnya bocah kelas II sekolah dasar itu justru keluarganya sendiri.  

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia