Ormas Kalimantan Barat Dilarang “Sweeping” Selama Ramadhan

ormas diminta melaporkan hal-hal yang dicurigai berpotensi menimbulkan keresahan dimasyarakat kepada aparat kepolisian agar bisa ditangani secepat mungkin.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 17 Jun 2015 15:34 WIB

Author

Jayanti Mandasari

Aksi Ormas Islam lakukan Sweeping. Foto: Antara

Aksi Ormas Islam lakukan Sweeping. Foto: Antara

KBR, Pontianak- Organisasi masyarakat (ormas) di provinsi Kalimantan Barat dilarang melakukan “sweeping” selama Ramadhan. Usai rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kapolda Kalimantan Barat Brigjend (Pol) Arief Sulistiyanto, mengatakan, berdasarkan catatan ramadhan tahun lalu, tak ditemukan ormas melakukan “sweeping” sepihak.

Arief berharap kerjasama antara ormas dan aparat di provinsi Kalimantan Barat tetap terjaga selama masyarakat melaksanakan ibadah puasa. Kata dia, ormas  diminta melaporkan hal-hal yang dicurigai berpotensi menimbulkan keresahan dimasyarakat kepada aparat kepolisian agar bisa ditangani secepat mungkin.

“Saya paham teman-teman ormas itu ingin menegakkan amal ma’ruf nahi munkar, tetapi nanti akan kita koordinasikan. Informasikan terhadap kami, sehingga kami yang akan melakukan penindakan. Tapi, juga sudah saya sampaikan kepada para bupati supaya betul-betul aturan itu tegas. Sehingga, nanti kalau ada yang melanggar kami akan segera melakuan penindakan. Sehingga, proaktifitas dari kepolisian yang memang harus diperlukan,” ujar Kapolda Kalimantan Barat kepada KBR di Pontianak, Rabu, (17 /6/2015)

Polda Balikpapan mengerahkan 1039 personil dalam operasi “Ketupat Kapuas 2015”  untuk mengamankan kegiatan selama bulan puasa dan idul fitri 1436 H tahun ini.

Editor: Malika
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme