Bagikan:

Masuki Musim Panas, NTT Terancam Bencana Kekeringan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Tay Ruba mengatakan, saat ini 17 kabupaten di NTT terancam kekeringan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 23 Jun 2015 08:37 WIB

Author

Silver Sega

Masuki Musim Panas, NTT Terancam Bencana Kekeringan

Ilustrasi kekeringan. Foto: Antara

KBR, NTT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mengingatkan warga di daerah itu agar mewaspadai bencana kekeringan. Pasalnya menurut Kepala BPBD NTT, Tini Tadeus, NTT saat ini memasuki musim panas, sehingga akan terjadi kekeringan. 

Sementara jika musim hujan, bakal terjadi seperti banjir, longsor, angin puting beliung, serta KLB. "Ancaman kita di NTT ada sekitar 13 ancaman bencana dan ancaman itu sesuai dengan iklim. Kalau iklimnya lagi musimnya hujan, maka bencana yang kita hadapi adalah bencan puting beliung, angin kencang, banjir, longsor," kata Tini Tadeus di Kupang, Selasa (23/6/2015).  

"Pada kondisi sekarang ini, musim kering ini ancamannya muncul, dan saat ini kita lagi dalam pusaran ancaman kekeringan," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Tay Ruba mengatakan, saat ini 17 kabupaten di NTT terancam kekeringan. Ke-17 kabupaten itu antara lain Ende, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Kupang, Nagekeo, Flores Timur, dan Sabu Raijua.

Yang mulai parah akibat bencana adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan, karena sebagian warganya mulai makan putak.

Yohanis Tay Ruba mengatakan, hanya lima kabupaten yang masih aman dari bencana kekeringan yakni Ngada, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Kota Kupang. 


Editor: Quinawaty Pasaribu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

100 Hari Kerja Menteri ATR/BPN, Reforma Agraria Belum Memihak Petani

Most Popular / Trending