Kemendag Gelar Pasar Murah

Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah di beberapa daerah untuk mampu menekan laju kenaikan bahan pokok selama Ramadan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 25 Jun 2015 13:08 WIB

Author

Stefanno Sulaiman

Kemendag Gelar Pasar Murah

Warga mengantre untuk mendapatkan beras murah dari petugas Bulog saat operasi pasar/ANTARAFOTO

KBR, Jakarta - Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah di beberapa daerah untuk mampu menekan laju kenaikan bahan pokok selama Ramadan. Menurut Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel berharap, program ini dapat memberikan keringanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

"Kita perhatikan setiap puasa tren naik, ini adalah untuk mengimbangi kenaikan harga tersebut. Diharapkan dengan ini nanti semua harga bisa turun," jelas Gobel di Gedung Kemendag, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Sementara itu, Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Widodo mengatakan, program ini tidak disubsidi oleh pemerintah. Melainkan hasil kerja sama dengan produsen serta distributor yang mendapat keuntungan dari tersedianya tempat dan konsumen.

Program ini akan berlangsung selama 12 hari hingga 10 Juli mendatang di Jakarta. Dilanjutkan dengan kegiatan di daerah lain dengan tenggat waktu yang berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

"Ini tidak disubsidi pemerintah tapi Kemendag beri tempat jualan. Tapi sebenarnya Kemendag ada anggaran untuk intervensi pasar tapi paling itu di 2016," jelas Widodo.

Berdasarkan pantauan KBR, barang-barang yang dijual di Pasar Murah Kemendag ini dimulai dari kebutuhan pokok seperti, gula, minyak, telur, bawang, daging sapi, dan daging ayam.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka