Kasus Gizi Buruk Masih Ditemukan di Kota Mataram

Untuk makanan tambahan, pemerintah Kota Mataram sudah menganggarkan sebesar Rp. 10 ribu perhari yang akan diberikan kepada penderita gizi buruk selama 90 hari.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 22 Jun 2015 15:58 WIB

Author

Zaenudin Syafari

Kasus Gizi Buruk Masih Ditemukan di Kota Mataram

SH (8) ditemani neneknya, satu dari 4 pasien gizi buruk yang saat ini dirawat di Bangsal Dahlia Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di Mataram, Kamis (11/10/2012). Foto: Antara

KBR, Mataram - Kasus gizi buruk masih ditemukan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Data dari Dinas Kesehatan Kota Mataram  sebanyak 10 balita penderita gizi buruk hingga Juni 2015 ini. Namun dari jumlah itu, penderita gizi buruk dinilai sudah membaik dan sedang mendapatkan perawatan di rumah. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman Hadi di Media Center Pemerintah Kota Mataram, Senin (22/6/2015). Ia mengatakan, jika perawatan gizi buruk dilakukan di rumah sakit, pemerintah Kota Mataram memberikan dana konpensasi kepada keluarga sebesar Rp 40 ribu setiap hari.

Dia mengatakan, pemberian uang kompensasi ini agar keluarga bisa menunggu anaknya dengan lebih intensif. Dana yang diberikan bersumber dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Pemberian bantuan ini diberlakukan karena keluarga pasien sering mengeluhkan menunggu pasien di rumah sakit. Hal ini disebabkan karena tidak ada yang akan mencari nafkah.

Usman mengatakan, untuk makanan tambahan, pemerintah Kota Mataram sudah menganggarkan sebesar Rp. 10 ribu perhari yang akan diberikan kepada penderita gizi buruk selama 90 hari. Sementara bantuan untuk penderita gizi kurang yaitu sebesar Rp 5 ribu yang akan diberikan selama sebulan. Selain itu, Dinas Kesehatan memberikan dana sebesar Rp. 100 ribu kepada masing-masing posyandu untuk memberikan makanan tambahan kepada penderita gizi buruk. 

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Cek Fakta: Top Five Hoax of The Week

Kabar Baru Jam 17