Ibu Angkat Kerap Lakukan Kekerasan Terhadap Angeline

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, hal ini melanggar akta notaris adopsi Angeline.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 11 Jun 2015 15:54 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Ibu Angkat Kerap Lakukan Kekerasan Terhadap Angeline

Foto Angeline. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan, Margareth, ibu angkat Angeline, kerap melakukan kekerasan dalam mendidik bocah berusia 8 tahun itu. Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, hal ini melanggar akta notaris adopsi Angeline. Akta itu mengatur ibu angkat harus menyayangi Angeline seperti keluarga dan memberikan hak waris pada Angeline.

“Sepengetahuan Komnas PA setelah investigasi awal itu orangnya temperamental, tertutup, bahkan ibunya mendidik anaknya, dijelaskan kepada saya, dengan kekerasan itu,” kata Arist dalam perbincangan KBR Pagi, Kamis (11/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan polisi, dikubur di belakang rumah ibu angkatnya di Denpasar, Bali. Hasil autopsi RSUP Sanglah menyebutkan ada memar di kepala bagian kanan Angeline. Serta bekas jeratan tali pada lehernya. Angeline adalah anak kedua dari pasangan Hamidah dan Rosidi, warga Banyuwangi Jawa Timur, yang dilepaskan ke Margareth karena alasan ekonomi.

Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak dari Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Supura mengatakan, suami Margareth adalah pengusaha asing yang telah meninggal dunia. Ia disebut-sebut mewariskan Angeline harta yang cukup besar, seperti vila dan toko.


Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik