Gidion Mbilijora Terpilih Menjadi Ketua Golkar Sumba Timur, NTT

Gidion Mbilijora terpilih sebagai ketua Golkar Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar.

BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 27 Jun 2015 21:26 WIB

Author

Erric Permana

Gidion Mbilijora Terpilih Menjadi Ketua Golkar Sumba Timur, NTT

Gidion Mbilijora. (Foto: Heinrich Dengi)

KBR, Waingapu - Gidion Mbilijora terpilih sebagai ketua Golkar Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar.

Kandidat yang mendaftar sebagai calon ketua yakni Gidion Mbilijora yang juga sedang menjabat sebagai Bupati Sumba Timur, Umbu Yadar dan Ali Oemar Fadaq dan hasil pemilihannya Gidion Mbilijora memperoleh 23 suara, Umbu Yadar 14 suara dan Ali Oemar Fadaq 11 suara.

Gidion mengatakan prioritasnya kedepan menata organisasi Golar Sumba Timur.

“Sekarang kita konsolidasai dulu, konsolidasi organisasi penting dan program kerja akan disusun dan kita harap akan dijabarkan lagi nanti kalau ada rapat kerja rakerda yang lebih professional lagi, konsolidasi pasti, itu paling utama, kita harap begitu ( red. mempermulus jalan di pilkada ),”kata ketua Golkar Sumba Timur Terpilih Gidion Mbilijora Sabtu (27/06/2015) di arena musda Golkar Sumba Timur.

Sementara itu utusan DPP Pusat Golkar yang juga anggota DPR RI mewakili NTT yang hadir di Musda ini Charles Mesang mengatakan hasil di musda Golkar Sumba Timur ini tinggal diteruskan ke Jakarta.

“Tidak ada lagi, tidak ada kubu, dipusat sudah dikonsolidasikan apa yang dilakukan ini sudah satu tinggal diproses, tinggal pusat aja satu sudah beres, di kabupaten di propinsi tidak akan diutak-atik lagi,” kata Anggota DPR RI dari Golkar Charles Mesang.

Di arena musda Golkar Sumba Timur kabar yang beredar, saat akan pemilihan ketua salah satu calon ketua Golkar yang sudah mendaftar yakni Umbu Yadar mengundurkan diri.

Editor: Erric Permana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19