Contek Transjakarta, Kalbar Ajukan 30 Unit Bis

Pengajuan ditahap pertama itu merupakan bagian dari program BRT yang akan berlangsung pada tahun 2015 hingga 2019.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 03 Jun 2015 14:08 WIB

Author

Jayanti Mandasari

Contek Transjakarta, Kalbar Ajukan 30 Unit Bis

Ilustrasi BRT. Foto: Antara

KBR, Pontianak-  Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajukan 30 unit armada bus rapid transit (BRT). Bus ini akan digunakan untuk tahap pertama program BRT. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat Anthony Runtu mengatakan, 30 armada itu akan dialokasi untuk kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Sanggau. Keempat daerah itu diminta membangun halte dan menentukan rute. Program pembangunan BRT akan berlangsung pada 2015 hingga 2019.

“Dari kementerian perhubungan meminta semua provinsi sudah ada penyelenggaraan. Kalau kita menunggu kesiapan memang lama, seperti bagi jalan. Tapi, nantikan akan ada koridor tertentu yang memungkinkan untuk bis besar. Khusus BRT bapak gubernur sudah membuat surat. Sebanyak 30an untuk tahap pertama, yaitu untuk kota Pontianak, Singkawang, Landak dan Sanggau. Bukan berarti daerah lain tidak, karena proses pengadaannya dari 2015 sampai 2019,” ujar Anthony Runtu kepada KBR di Pontianak, Rabu, (3/6/2015).

Anthony Runtu menambahkan,  BRT secara fisik mirip Transjakarta. Anthony Runtu yakin BRT akan membuat wagra beralih pada transportasi umum. Sebab BRT nyaman dan dilengkapi pendingin ruangan.

Dia mencontohkan, untuk kota Pontianak, rute yang cocok untuk BRT dimulai dari terminal darat internasional di wilayah Ambawang, kabupaten Kubu Raya. Rute diteruskan melewati jalan arteri Supadio, jalan jenderal Ahmad Yani, dan berakhir di jalan Sutan Syahrir.

Editor: Dimas Rizky
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia

Kabar Baru Jam 8

Perkara Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kabar Baru Jam 10