BPS Diminta Libatkan Dinsos Dalam Pendataan Warga di Kupang

Dinas Sosial Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur minta Badan Pusat Statistik melibatkan dinas itu dalam pendataan warga di Kabupaten Kupang.

NUSANTARA

Kamis, 04 Jun 2015 16:58 WIB

Author

Silver Sega

Ilustrasi ferifikasi data masyarakat miskin/ Foto: Antara

Ilustrasi ferifikasi data masyarakat miskin (Foto: Antara)

KBR, Kupang- Dinas Sosial Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur minta Badan Pusat Statistik melibatkan mereka dalam pendataan warga di Kabupaten Kupang. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang Ibrahim Humau mengatakan, masih banyak warga miskin dan sangat miskin yang tidak didata sehingga tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Dia mengatakan sudah berkirim surat ke BPS Kupang terkait hal itu.

"Selama kami berada di Dinas Sosial, kami melihat akibat bahwa akibat pendataan tidak merata sehingga akhirnya terlewati masyarakat kita yang miskin dan bahkan sangat miskin ini. Yang kami bangun komunikasi dengan Statistik Kabupaten Kupang supaya kedepan untuk pendataan statistik 2016, kami dari Dinas Sosial dilibatkan dalam pendataan. Sehingga KK miskin yang di Kabupaten Kupang itu bisa terdata dan bisa dilaporkan ke pusat," kata Ibrahim Humau di Kupang Kamis (04/06).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang Ibrahim Humau menambahkan, saat ini jumlah keluarga miskin di Kabupaten Kupang berjumlah 29 ribu lebih yang tersebar di 24 kecamatan. Menurut dia, masih belasan ribu keluarga miskin yang tidak terdata. Keluarga-keluarga miskin ini, kata dia mesti dimasukan agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Dia mengatakan, tenaga sosial kecamatan saat ini sedang mendata kembali keluarga-keluarga miskin untuk nantinya diserahkan ke BPS sehingga bisa laporkan kembali ke pusat. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ngobrol Serius, Tapi Santai: Tips Hadapi Hoax dan Hate Speech

Podcast Kita: Kekerasan terhadap Perempuan

Smara on 7 Podcast

Podokasi: Podcast Edukasi

Kabar Baru Jam 18