Bima Arya Larang Warga Sahur on The Road

Kegiatan SoTR dinilai lebih banyak mudaratnya.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 16 Jun 2015 18:34 WIB

Author

Rafik Maeilana

Ilustrasi musik sahur, suasana sahur on the road. Foto: Antara

Ilustrasi musik sahur, suasana sahur on the road. Foto: Antara

KBR, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melarang warganya untuk melakukan kegiatan Sahur on The Road (SoTR) selama bulan ramadan. Alasannya kegiatan SoTR mengundang kegiatan yang tidak baik, seperti vandalisme.

Bima menjelaskan, tahun lalu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menangkap belasan remaja yang melakukan pengrusakan di sejumlah fasilitas umum. Bahkan, pagar Istana Bogor ikut menjadi sasaran para pelaku vandalisme sahur keliling. Selain melarang pelajar, Pemkot Bogor pun melarang setiap elemen masyarakat untuk melakukam kegiatan tahunan tersebut.

"Kegiatan SoTR lebih banyak mudaratnya, banyak aksi-aksi vandalisme yang dilakukan para pelaku SoTR. Makanya kita tahun ini melarang kegiatan itu," katanya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (16/06)

Bima menjelaskan, jika nanti para pelajar kedapatan melakukan aksi SoTR dan juga vandalisme, pihaknya langsung akan memanggil pihak sekolah untuk diberi peringatan. Selain pelajar, masyarakat umum yang melaksanakan kegiatan SoTR akan dikenakan sanksi sesuai Perda no 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum.

"Kita sudah siapkan sanksinya, petugas pun kita siapkan untuk melakukan razia setiap malam," ucapnya.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18