Anak dengan HIV/AIDS Meningkat, Aktivis Galang Dana

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi hingga Januari 2015 anak yang positif mengidap HIV mencapai 69 anak.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 11 Jun 2015 11:34 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Anak dengan HIV/AIDS Meningkat, Aktivis Galang Dana

Lilin aksi peduli HIV AIDS. Foto: Antara

KBR, Banyuwangi - Puluhan aktivis peduli HIV/AIDS yang tergabung dalam Kelompok Kerja Binas Sehatan (KKBS) Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar aksi penggalangan dana untuk pengidap HIV anak yang setiap tahunnya terus meningkat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi hingga Januari 2015 anak yang positif mengidap HIV mencapai 69 anak. Mereka rata-rata berusia dua hingga 10 tahun. Menurut Kordinator Kelompok Kerja Bina Sehat Banyuwangi, Basuki Khamid, sebagian besar dari mereka yang mengidap HIV berstatus yatim piatu dan kurang mampu, karena orang tuanya telah meninggal karena AIDS.

"Dengan angka anak yang semakin tinggi inilah menggugah kesadaran kita untuk bagaimana seluruh komponen masyarakat yang ada, baik pemerintah, masyarakat untuk lebih peduli dan terlibat terhadap masa depan anak- anak ODHA ini," kata Basuki Khamid (11/6/2015).

Kata Khamid, anak pengidap HIV ini juga masih duduk dibangku sekolah dasar dan terancam dikeluarkan. Untuk itu, kata Khamid, pihaknya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap anak pengidap HIV tersebut.

“Bagaimana mereka bisa mendapatkan hak- hak mereka hak untuk hidup yang layak, hak mendapatkan kesehatan serta hak mendapatkan pendidikan bisa mereka raih sehingga mereka bisa seperti pada anak- anak pada umumnya,” tambahnya.

Koordinator Kelompok Kerja Bina Sehat Banyuwangi, Basuki Khamid menambahkan, anak yang mengidap HIV harus minum obat ARV sepanjang hidupnya untuk menurunkan kekuatan virus.

Untuk itu, pemerintah Banyuwangi diharapkan meningkatkan anggaran bagi program penaggulangan HIV minimal 80 persen dari kebutuhan.  Sehinggga kebutuhan untuk pencegahan HIV/AIDS tidak bergantung kepada donor asing.

Selain itu, KKBS juga mendesak kepada pemerintah agar dapat memasukan akses pengobatan ODHA ke dalam JKN. Sementara itu angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyuwangi mencapai 2000 orang lebih. Dari jumlah tersebut 80 persennya adalah usia produktif, yaitu usia 15 -30 tahun. 



Editor: Quinawaty Pasaribu 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.