Aboge di Cilacap Mulai Puasa Jumat Besok

Biasanya selisih sehari, kadang mundur sehari. Karena hitungannya memakai metode Alif Rebo Wage (Aboge).

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Kamis, 18 Jun 2015 13:44 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Aboge di  Cilacap Mulai Puasa Jumat Besok

Ritual Nyadran di pasemuan (rumah ibadah) menyambut bulan puasa yang dilakukan oleh Penganut Islam kejawen dan Penghayat kepercayaan di Kalikudi, Cilacap. Foto: Muhamad Ridlo KBR

KBR, Cilacap – Islam kejawen di Cilacap, Jawa Tengah mulai melaksanakan ibadah puasa hari Jumat besok (19/6/2015). Islam kejawen memakai penanggalan Alif Rebo Wage (Aboge), yang merupakan penggabungan penanggalan qomariah (bulan) dan syamsiah (matahari).

Pemangku adat Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati (PRKRS) Kalikudi, Perna Gupala mengatakan tahun ini bagi pengikut Kejawen Aboge masuk tahun Jim Akhir, sehingga perhitungan awal puasa dan Syawal bergantung pada penentuan hari dan pasaran pada awal tahun di bulan Sura. Sedangkan penentuan bulan puasa berpatokan pada hitungan Sanemro (puasa enam loro). Enam yang dimaksud adalah hari keenam setelah Jumat dan loro adalah pasaran Jawa kedua setelah wage, yakni kliwon.

"Biasanya selisih sehari, kadang mundur sehari. Karena hitungannya memakai metode Alif Rebo Wage (Aboge). Jadi tetap beda. Tapi kemarin sempat ada gegoh (heboh) perbedaan antara lebaran jatuh di Kamis Manis atau Jumat Kliwon. Itu sama sebetulnya hitungannya dengan NU. Nanti lebarannya juga akan beda, biasanya tetap 30 hari, kalau ada Sabtu tanggal 18 Juli berarti Minggu tanggal 19-nya. Jadi selisih sehari," kata Perna Gupala (18/6/2015).

Perna Gupala, mengatakan penanggalan Aboge hampir selalu berbeda dengan waktu yang ditetapkan pemerintah. Sebab, penanggalan Aboge mendasarkan perhitungan berdasar kelender delapan tahunan (sewindu). Sedangkan pemerintah mendasarkan awal puasa pada kalender Hijriyah. Namun, kata perna, tidak menutup kemungkinan ada satu tahun yang awal puasa dan lebaran jatuh di hari yang sama. Sebab, perhitungan aboge juga menggunakan kalender qomariyah (bulan). Sama seperti dalam penanggalan hijriyah. Perna menambahkan perbedaaan waktu dimulainya puasa ini merupakan kekayaan ilmu dan budaya yang harus dijaga.

Editor: Rony Sitanggang

  
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN