PT KAI Daop 5 Purwokerto Waspadai Sabotase dan Pelemparan Batu

Titik rawan pelemparan batu adalah di antara Stasiun Purwokerto sampai Karanggandul, Stasiun Kebumen sampai Gombong, antara Stasiun Gandrungmangu ke Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 26 Jun 2015 13:20 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pemberangkatan penumpang Stasiun Gandrungmangu. Foto: KBR/Moh. Ridho

Pemberangkatan penumpang Stasiun Gandrungmangu. Foto: KBR/Moh. Ridho

KBR, Banyumas – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mewaspadai kemungkinan terjadinya aksi sabotase rel dan pelemparan batu di sejumlah titik rawan.

Juru Bicara PT KAI Daop V, Surono mengatakan, titik yang rawan terjadi pelemparan adalah di antara Stasiun Purwokerto sampai Karanggandul, Stasiun Kebumen sampai Gombong, antara Stasiun Gandrungmangu ke Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Sedangkan titik rawan sabotase rel ada di jalur selatan Cilacap, mulai dari Stasiun Sidareja hingga Kroya. Soal pelaku, Surono mengaku pihaknya belum bisa mengidentifikasi pelaku pelemparan kereta api. Yang baru diketahui, sejumlah aksi pelemparan dilakukan oleh anak kecil.

"Untuk yang rawan pelemparan ada di antara Stasiun Gandrungmangu-Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Kemudian antara Kebumen sampai Gombong. Untuk kebupaten Banyumas sendiri yang rawan antara Purwokerto Karanggandul. Sementara ini yang teridentifikasi baru anak-anak, Kata Surono.

Mengantisipasi pelemparan, PT KAI menggunakan kaca akrilik sehingga pecahannya tidak membahayakan penumpang saat terjadi pelemparan. Kaca jendela juga dipasangi pelapis film untuk memperkuat kaca.

Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan sabotase, PT KAI mengawasi rel kereta dengan pengawas pejalan kaki. Masing-masing petugas akan menyisir jalur sepanjang delapan kilometer. Patroli jalan kaki ini dilakukan secara acak sehingga tidak bisa diprediksi oleh pelaku sabotase.

Diketahui, pada pertengahan Juni lalu, sempat terjadi upaya sabotase rel kereta api dengan meletakkan batu seberat 40 kilogram di bantalan rel kereta. Tahun 2014 lalu juga sempat terjadi sabotase dengan meletakkan tumpukan kayu. Kedua aksi sabotase ini terjadi di Kabupaten Cilacap.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ruang Hidup Transpuan Tergusur Pandemi

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jokowi Tak Setuju Napi Koruptor Dibebaskan di Masa Pandemi Korona