WHF: Perketat Izin Pendirian Pabrik di Kabupaten Tangerang

KBR, Jakarta - LSM lingkungn hidup yang berbasis di Tangerang, Wahana Hijau Fortuna (WHF) meminta Pemerintah Kabupaten di sana meperketat pemberian izin pendirian pabrik. Sebab kondisi pendirian pabrik di Tangerang berantakan.

NUSANTARA

Kamis, 05 Jun 2014 17:24 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

WHF: Perketat Izin Pendirian Pabrik di Kabupaten Tangerang

Tangerang, fortuna, LSM, lingkungan

KBR, Jakarta - LSM lingkungn hidup yang berbasis di Tangerang, Wahana Hijau Fortuna (WHF) meminta Pemerintah Kabupaten di sana meperketat pemberian izin pendirian pabrik. Sebab kondisi pendirian pabrik di Tangerang berantakan.

Deputi Perencanaan LSM Wahana Hijau Fortuna, Yudi Adiyatna menjelaskan saat ini Pemkab Tangerang tidak maksimal megawasi pendirian pabrik di sana. Sehingga kebanyakan pabrik di sasana berdiri di kawasan pemukiman. Ini memberikan dampak negatif.

Maka itu Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar perlu merevitalisasi kawasan industri di sana. Mengingat masih banyak pabrik yang berdiri di luar kawasan industri, bahkan yang dekat dengan pemukiman warga.

"Saat ini industri di kabupaten Tangerang tidak tertata dengan baik, seolah-olah pabrik bebas berdiri dimana saja, hal ini menyebabkan sulitnya melakukan pengawasan," kata Yudi saat dihubungi KBR, Kamis (5/6).

Revitalisasi kawasan industri, kata Yudi, merupakan kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan. Sehingga memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pengendalian dampak dari kegiatan industri.

"Perlu ada kebijakan intensif dan disintensif bagi permohonan ijin usaha industri yaitu kemudahan permohonan ijin bagi industri yang dikawasan industri dan memperketat ijin bagi industri yang akan berdiri diluar kawasan industri. Dengan demikian, perlahan-lahan pengusaha akan terarah membangun pabriknya dikawasan industri, walaupun masih ada masalah lain, misalnya harga tanah yang tinggi yang dipatok oleh pengusaha kawasan industri," paparnya.

“Selain itu, Bupati Tangerang juga bisa segera merealisasikan salah satu visi misi kepemimpinannya, yaitu mewujudkan industri yang berwawasan lingkungan yang selama ini dinilainya baru sebatas retorika semata,” tutup Yudi.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8