Tak Punya Akta Kelahiran, Anak Jalanan Tak Bisa Bersekolah

Puluhan anak jalanan di Malang, Jawa Timur, terancam tidak dapat bersekolah. Menurut Ketua Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), Tedja Bawana, menjelang tahun ajaran baru 2014-2015 banyak orang tua yang melaporkan kepada JKJT kalau anaknya tidak diteri

NUSANTARA

Rabu, 11 Jun 2014 13:41 WIB

Author

Dhina Chahyantiningsih

Tak Punya Akta Kelahiran, Anak Jalanan Tak Bisa Bersekolah

Akta Kelahiran, Anak Jalanan, Malang

KBR, Malang - Puluhan anak jalanan di Malang, Jawa Timur, terancam tidak dapat bersekolah.

Menurut Ketua Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), Tedja Bawana, menjelang tahun ajaran baru 2014-2015 banyak orang tua yang melaporkan kepada JKJT kalau anaknya tidak diterima di sekolah, baik di tingkatan sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas.

Alasannya, orang tua tidak dapat menunjukkan akta kelahiran anaknya. Kata Tedja, ini merupakan bentuk diskriminatif, karena mereka merupakan orang tidak mampu yang hidup berpindah-pindah. Sehingga sulit mendapatkan akses mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), sehingga untuk pengurusan akta kelahiran menjadi terhambat.

“Kami sampai mengeluarkan surat rekomendasi ke sekolahnya. Kami (menegaskan) masih mengupayakan untjuk mengurus akte kelahiran anaknya. Gimana kita ngomong akte kelahiran kalau kita tidak punya identitas sama sekali dan yang jadi persoalan sekarang good governance (tata pemerintahan tang baik, red.). Pemerintah tidak punya good will (niat baik, red.) yang bagus,” terang Tedja di markas JKJT di Jalan Blitar Kota Malang, Rabu (11/6).

Pihaknya, kata dia, akan menuntut Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mempermudah persyaratan masuk sekolah bagi anak-anak miskin yang hidup di jalanan. Karena pendidikan adalah hak setiap warga negara.

Tedja juga mengaku akan mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahterahan Rakyat, termasuk juga Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang mengaku belum menerima laporan siswa yang ditolak. Bila memang ada dan tidak memiliki persyaratan yang diwajibkan, akan diproses lebih lanjut.

Editor: Anto Sidharta

Baca juga:


Panggung Dunia buat Anak Jalanan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia