Pengusaha Penyelundup Pasir Laut Masuk Penjara Kolaka

Seorang pengusaha asal Bandung, Jawa Barat, Djoni Rosadi akhirnya dimasukkan ke rumah tahanan kelas II B Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/6). Djoni merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kolaka dalam kasus penipuan dan penggelapan yang merugikan

NUSANTARA

Jumat, 20 Jun 2014 18:56 WIB

Author

Suparman Sultan

Pengusaha Penyelundup Pasir Laut Masuk Penjara Kolaka

pengusaha, penyelundup, penjara, kolaka

KBR, Kolaka - Seorang pengusaha asal Bandung, Jawa Barat, Djoni Rosadi akhirnya dimasukkan ke rumah tahanan  kelas II B Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/6). Djoni merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kolaka dalam kasus penipuan dan penggelapan yang merugikan perusahaan rekanan CV. Malibu sebesar Rp 19 miliar. 

 

Djoni Rosadi juga terindikasi melakukan kejahatan lain seperti penyelundupan pasir laut besar-besaran ke Singapura dan pengemplang pajak. 


Selain memiliki perusahahaan tambang di Kolaka PT Dharma Rosadi Internasional, dia juga menempati posisi penting di sejumlah perusahaan besar seperti PT Perkakas Rekadaya Nusantara, dia sebagai komisaris. Dia juga tercatat sebagai komisaris di PT Equador Reka Citra.

 

Sayangnya, Kejaksaan Negeri Kolaka enggan berkomentar banyak terhadap masalah ini. Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kolaka, Dwi Cipto mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lengkap sebab masih mempelajari berkas pelimpahan dari Polda Sulawesi Tenggara. 


Djoni Rosadi sejak ditetapkan sebagai tersangka tanggal 19 April 2013  sempat dinyatakan buron oleh polisi. Dia berupaya melarikan diri ke luar negeri dan akhirnya ditangkap di Bandara Udara Soekarno Hatta Jakarta. Djoni sempat  mendekam selama dua pekan di sel Polda Sulawesi Tenggara.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN