Pendamping Dolly: Dolly Tutup, Lokalisasi Baru Muncul

Aktivitas prostitusi tidak lantas berhenti, tapi bisa berpindah tempat.

NUSANTARA

Rabu, 18 Jun 2014 18:38 WIB

Author

Catrina

Pendamping Dolly: Dolly Tutup, Lokalisasi Baru Muncul

Dolly, Surabaya, lokalisasi

KBR, Jakarta - Penutupan lokalisasi Dolly dikhawatirkan akan memicu munculnya lokalisasi baru di daerah lain. Menurut Esthi Susanti Hudiono, aktivis HIV/AIDS yang sudah mendampingi pekerja seks di Dolly selama 20 tahun, tutupnya Dolly tidak menjamin aktivitas prostitusi berhenti.


Esthi mengatakan, para pekerja seks itu kemungkinan besar akan menjalankan pekerjaannya di tempat lain. “Masalah prostitusi tidak akan selesai hanya di tangan pemerintah kota Surabaya.”


“Pemerintah Surabaya harus bekerja sama dengan pihak-pihak yang akan merasakan dampak buruknya, seperti Bali,” jelasnya.


“Bali takut nanti pekerja seksnya pada lari  ke sana semua. Jadi ini sebuah masalah nasional, menjadi masalah presiden,” ungkap Esthi.


Sebagian pekerja seks di Dolly juga berasal dari berbagai daerah lain di Pulau Jawa. Setelah Dolly ditutup, para pekerja seks  akan dikembalikan ke daerah asal mereka masing-masing. Esthi mengatakan, perlu ada koordinasi antara pemerintah daerah asal dengan pekerja seks supaya mereka tetap tinggal di daerahnya dan tidak kembali ke Surabaya.


Penutupan Gang Dolly akan dilaksanakan Rabu (18/6) malam ini lewat sebuah deklarasi di Islamic Centre pada pukul 19.00 WIB.


Editor: Citra Dyah Prastuti


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11