Pangdam Cenderawasih: Saya Senang (Diancam), Silakan Diganggu

Aparat TNI di Papua mengklaim potensi gangguan keamanan jelang Pemilu Presiden 2014 masih bisa terjadi di provinsi itu.

NUSANTARA

Rabu, 11 Jun 2014 11:09 WIB

Author

Katharina Lita

Pangdam Cenderawasih: Saya Senang (Diancam), Silakan Diganggu

Pangdam Cenderawasih, Pilpres 2014

KBR, Jayapura – Aparat TNI di Papua mengklaim potensi gangguan keamanan jelang Pemilu Presiden 2014 masih bisa terjadi di provinsi itu.

Menurut Panglima Kodam Cenderawasih, Christian Zebua, daerah yang rawan keamanan antara lain di Pegunungan Tengah Papua, misalkan Kabupaten Lanny Jaya, Puncak Jaya, Paniai dan wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Gangguan keamanan, kata Zebua, berupa ancaman boikot pilpres dan teror penembakan oleh kelompok bersenjata. Ia meyakinkan, TNI akan menindak siapa saja yang menggagalkan pilpres di Papua.

“Tentara tidak ragu-ragu untuk bertindak. Pemilu harus aman. Kita semua sudah antisipasi itu, sekali lagi saya katakan, dia datang, ucapan selamat datang dan kita siap untuk melumpuhkan di, tidak ragu-ragu,” tegas Panglima Kodam Cenderawasih, Christian Zebua di Jayapura, Rabu (11/6).

Menurut Zebua, ancaman-ancaman untuk menggagalkan Pilres terlihat dari pesan pendek atau SMS yang diterima TNI.

“Kalau melihat SMS-SMS mereka, seperti itu. Tapi saya mau lihat, justru saya senang (diancam), silahkan diganggu. Saya tunggu, prajurit kita sudah siap semuanya!” tutur Zebua.

Sementara, jelang Pilpres, Kepolisian Daerah Papua juga mewaspadai 13 daerah rawan. Dari 13 kabupaten itu, 11 kabupaten diantaranya berada di Provinsi Papua dan dua lainnya ada di Provinsi Papua Barat. Sejumlah kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, Timika, Yahukimo Nabire, Sorong, Fakfak dan Manokwari.

Kapolda Papua, Tito Karnavian mengatakan, potensi konflik jelang pilpres masih lebih rendah tingkatannya dibandingkan saat pemilihan legislatif 9 April lalu. Polisi juga memprediksi masih ada aksi penembakan di beberapa tempat dan juga aksi boikot pilpres.

Namun, kata Tito, pihaknya belum meminta penambahan pasukan dari luar Papua. Sebab pasukan yang disiagakan untuk mengamankan pilpres adalah 2/3 dari jumlah kekuatan yakni sekitar 14 ribu personil polisi dan ditambah dengan aparat TNI.

Editor: Anto Sidharta

Baca juga:

Pelaku Penembakan di Perbatasan Papua Nugini Menggunakan Moser

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes