KPI Pantau Isi Siaran Selama Bulan Puasa

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan memantau siaran televisi dan radio selama bulan puasa bersama ormas agama. Itu dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran norma dan etika isi siaran program acara saat ditayangkan oleh lembaga penyiaran.

NUSANTARA

Kamis, 19 Jun 2014 17:33 WIB

Author

Ari Nugraha

KPI Pantau Isi Siaran Selama Bulan Puasa

KPI, bulan puasa, televisi, bandung

KBR, Bandung - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan memantau siaran televisi dan radio selama bulan puasa bersama ormas agama. Itu dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran norma dan etika isi siaran program acara saat ditayangkan oleh lembaga penyiaran.


Menurut Komisioner KPI Jawa Barat Abdul Kholik, pada tahun lalu pelanggaran norma dan etika penayangan isi siaran saat bulan puasa terbanyak dilakukan oleh stasiun televisi.


"Pada kenyataannya siaran-siaran seperti ini kita identifikasi banyak yang bermasalah. Baik siaran yang dibuat khusus untuk bulan Ramadhan, atau pun program reguler yang ditayangkan di bulan Ramadhan, itu ternyata banyak yang bermasalah,” ungkap Abdul Kholik di kantor KPI Jawa Barat, jalan Malabar, Bandung (19/6).


“Kita mengidentifikasi yang bermasalah itu kebanyakan adalah komedi. Komedi banyak bermasalah. Letak permasalahannya ada di guyonan yang bernuansa pelecehan, ada adegan seronok," tambahnya. 


Abdul Kholik mengatakan, masalah lainnya dalam program siaran komedi menampilkan pakaian yang tak pantas serta perilaku perempuan yang ditirukan oleh artis laki-laki. Abdul Kholik menambahkan ada program siaran komedi yang menampilkan adegan kekerasan dan seks meski dibalut dengan busana tertutup.


KPI Jawa Barat menyatakan seluruh tayangan program siaran religi selama bulan puasa tidak boleh disisipi oleh siaran komersial. 


KPI bersama ormas agama akan memantau tayangan program siaran televisi dan radio sampai ke tingkat kota. Berdasarkan Undang Undang Penyiaran, setiap program siaran dilarang menayangkan adegan pelecehan, kekerasan, SARA serta meleceng dari etika dan norma yang berlaku di masyarakat. 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17