Jumlah PKL Dibatasi untuk Jakarta Night Festival

KBR, Jakarta - Para PKL akan dipusatkan di beberapa lokasi dan dilarang untuk berjualan keliling. Dalam acara ini masyarakat akan disuguhkan sembilan panggung yang dibagi menjadi beberapa titik.

NUSANTARA

Sabtu, 21 Jun 2014 20:20 WIB

Author

Yudi Rachman

Jumlah PKL Dibatasi untuk Jakarta Night Festival

Jakarta, Night, Festival, PKL

KBR, Jakarta - Panitia Jakarta Night Festival akan membatasi jumlah pedagang kaki lima dalam even tahunan tersebut. Juru Bicara Pemerintah Jakarta Eko Haryadi beralasan, itu demi kenyamanan masyarakat. Kata dia, para PKL akan dipusatkan di beberapa lokasi dan dilarang untuk berjualan keliling. Dalam acara ini masyarakat akan disuguhkan sembilan panggung yang dibagi menjadi beberapa titik.

"Kalau panggung persisnya sama dengan tahun lalu. Kalau pengamanan sebenarnya sederhana saja pengunjung tidak boleh membawa mobil. Pedagang juga dibatasi, ada titik-titik tertentu yang bisa digunakan pedagang kaki lima, tetapi tidak menyebar, tidak keliling. Itu nanti malah menganggu kenyamanan pengunjung yang lain," ungkap Juru Bicara Pemerintah DKI Jakarta Eko Haryadi ketika dihubungi KBR.

Juru Bicara Pemerintah DKI Jakarta Eko Haryadi menambahkan, acara ini akan berlangsung sejak pukul 07:00 malam hingga 23:00 malam WIB. Berbagai hiburan pementasan musik akan menyemarakkan panggung hiburan itu, mulai dari dangdut, keroncong, reggae, jazz, rock, campur sari, hingga pop akustik. Pengelola TransJakarta juga akan menggratiskan tiket untuk semua koridor mulai hari ini hingga esok.

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja