Jalan Rusak, Warga Konawe Sebut Gubernur Sultra Pembohong

Jalan utama provinsi yang dibiarkan rusak parah membuat kesal warga Desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Konawe, Sulawesi Tenggara.

NUSANTARA

Selasa, 24 Jun 2014 10:24 WIB

Author

Suparman Sultan

Jalan Rusak, Warga Konawe Sebut Gubernur Sultra Pembohong

Jalan Rusak, Warga Konawe, Gubernur Sultra

KBR, Konawe – Jalan utama provinsi yang dibiarkan rusak parah membuat kesal warga Desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Warga pun menanam sejumlah pohon pisang di tengah jalan yang menguhubungkan sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Konawe. Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk protes keras mereka terhadap Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

Pasalnya sejak 10 tahun silam, Gubernur Sultra pernah menjanjikan perbaikan jalan itu. Namun, hingga kini belum terbukti. Warga pun mengancam akan menutup akses jalan itu, jika jalan tak juga diperbaiki.

“Berapa kali dia ucapkan di kampung ini, d ilapangan Amonggedo dia langsung tunjuk kepala Dinas PU dia kasih berdiri dan suruh catat kalau jalan di kampong ini nantinya akan di aspal. Sampai hari ini tidak ada. Itu pun saat masih menjabat sebagai gubernur pertama, Nur Alam. Sampai dua kalinya terpilih dia ucapkan lagi. Sampai hari ini sudah mau habis masa jabatannya. Gubernur pembohong!” kata Mansyur, warga Amonggedo, Selasa (24/6).

Menurut dia, seharusnya pemerintah Kabupaten juga harus lebih aktif menyampaikan masalah kondisi jalan ini kepada pihak Dinas PU Provinsi Sulawesi Tenggara. “Masa kita warga yang harus pergi di provinsi,” tambahnya.

Hingga kini, masih banyak jalan yang rusak parah di Sulawesi Tenggara. Pasalnya pihak pemda masih berkilah jika jalan-jalan yang rusak tersebut bagian dari program kerja Dinas PU Provinsi. Contohnya jalan poros Kolaka-Kendari, sejumlah jalan yang ada di tengah kota Kendari dan masih banyak lagi.

Editor: Anto Sidharta


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18