Eks PSK Dolly 'Haram' Masuk Kupang, Jika...

KBR, Kupang - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur melarang bekas pekerja seks komersil (PSK) Dolly asal Surabaya masuk ke Kota Kupang.

NUSANTARA

Kamis, 26 Jun 2014 14:28 WIB

Author

Silver Sega

Eks PSK Dolly 'Haram' Masuk Kupang, Jika...

Dolly, PSK, kupang

KBR, Kupang - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur melarang bekas pekerja seks komersil (PSK) Dolly asal Surabaya masuk ke Kota Kupang. 


Hanya saja mereka boleh menjadi warga Kupang jika mempunyai surat pindah penduduk dan pernyataan dokter jika tidak berpenyakitan. Wakil walikota Kupang Herman Man mengatakan semua orang boleh pindah dan tinggal di Kota Kupang asal memiliki surat pindah penduduk.


"Persyaratan-persyaratan pindah, pertama pindah penduduk. Jadi tidak bisa dia seenaknya masuk di Kota Kupang. Yang kedua kalau dia jadi penghuni syarat-syarat jadi penghuni pemeriksaan kesehatan. Itu wajib ya." kata Herman Man di Kupang, Kamis (26/6).


"Yang kedua ya disetujui oleh pemilik blok. Kalau dia tidak memenuhi syarat dalam arti dia punya penyakit ya tidak boleh masuk. Termasuk penghuni Pitrad (pijat tradisional). Jadi saya sudah minta dari 38 by name by adres. Semua Pitrad yang ada sekarang ini dengan namanya, namanhya jumlahnya, operasi di jalan mana," tambahnya.


Herman Man menambahkan pemerintah kota kupang akan memperketat pengawasan kepada warga baru terutama para penghuni lokalisasi yang ada di kota Kupang. 


Sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Dinas Kependudukan dan Dinas pariwisata Kota Kupang sudah mendata para PSK di Kota Kupang. Langkah ini untuk membatasi penyebaran penyakit menular seksual dan HIV AIDS. 


Hingga April 2014, kata Herman Man, kasus HIV AIDS di Kota Kupang hampir 600 kasus. Masing-masing HIV 437 kasus dan AIDS 152 kasus. 


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10