Cara Pemkot Balikpapan Antisipasi PSK Dolly Dinilai Langgar HAM

KBR, Balikpapan

NUSANTARA

Selasa, 24 Jun 2014 17:17 WIB

Author

Teddy Rumengan

Cara Pemkot Balikpapan Antisipasi PSK Dolly Dinilai Langgar HAM

dolly, balikpapan, PSK

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur memperbanyak razia diperbatasan untuk mengantisipasi masuknya eks PSK Dolly. Namun aksi Balikpapan itu dianggap tidak efektif.

Pemerintah Kota Balikpapan memperkatat dan memeriksa setiap orang dari luar Balikpapan di Bandara Sipinggan dan Pelabuhan Semayang. Anggota DPRD Kota Balikpapan Patman Parakasi nilai tindakan itu tidak manusiawi.

Bahkan dia menyebutkan Pemerintah Balikpapan proaktif dan cenderung melanggar hak asasi manusia (HAM). Kata dia razia itu menyebabkan masyarakat luar enggan masuk Balikpapan.

“Kalau mereka dating eksodus dari Dolly, karena komunitas katakanlah itu dibawa pemuda-pemuda kita, dia akan menjadi garda terdepan untuk menjadi benteng. Saya yakin tidak efektif (melakukan razia-razia), bentuk-bentuk itu kita tidak bisa membedakan bahwa ini PSK atau tidak, nggak bisa kita bedakan, malah justru oprang akan risih masuk ke Kalimantan Timur khususnya Balikpapan,” kata Patman Parakasi, Selasa (24/6).

Sejak lokalisasi Gang Dolly resmi ditutup Walikota Balikpapan Rizal Effendi telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dibantu kepolisian dan TNI meningkatkan razia-razia bagi pendatang di sejumlah pintu masuk Balikpapan yakni Bandara Sepinggan, Pelabuhan Semayang, termasuk tempat hiburan malam (THM).

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10