YLBHU: Warga Sampang Setuju Pengungsi Syiah Kembali

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) menegaskan tidak ada warga Sampang, Madura yang menolak pengungsi Syiah kembali ke kampungnya.

NUSANTARA

Senin, 17 Jun 2013 15:22 WIB

Author

Danu Mahardika

YLBHU: Warga Sampang Setuju Pengungsi Syiah Kembali

syiah, sampang, jawa timur, sepeda

KBR68H, Jakarta - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) menegaskan tidak ada warga Sampang, Madura yang menolak pengungsi Syiah kembali ke kampungnya.

Pengacara YLBHU pendamping pengungsi Syiah, Hertasning Ichlas mengatakan pada pertemuan antarwarga tersebut tidak ada penolakan. Dia menduga ada pihak tak bertanggung jawab yang memang tidak ingin para pengungsi kembali ke kampungnya.

"Tidak benar sama sekali klaim Pemerintah Kabupaten Sampang. Peemerintah provinsi yang mengatakan bahwa warga menolak mereka kembali. Pernah kita melakukan prakarsa perdamaian 2 atau 3 kali. Prakarsa perdamaian isinya mengumpulkan warga di kampung mereka di Karumput dengan warga yang ada di GOR pengungsian. Itu jelas, mereka ingin pengungsi itu kembali ke kampung halaman karena itu kerabat mereka, saudara-saudara mereka sendiri, dan mereka punya hubungan bisnis. Ada yang jadi penjaga lahan dan sebagainya," jelasnya di kantor Kontras Jakarta, Senin (17/6).

Sejumlah warga Syiah peserta aksi bersepeda dari Sampang Madura, kemarin tiba di Jakarta. Meraka bersepeda selama 16 hari sejak berangkat 1 Juni lalu. Rencananya mereka akan menemui Presiden Yudhoyono untuk menyampaikan beberapa tuntutan salah satunya menolak untuk direlokasi. Pasalnya, pemerintah mengklaim relokasi ini berdasarkan permintaan warga yang menolak pengungsi Syiah di GOR Sampang kembali ke kampungnya.

Editor: Antonius Eko


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15