Warga Syiah Keluhkan Pengamanan di Rusunawa

KBR68H, Jakarta- Warga Syiah yang menempati rusunawa di Sidorajo Jawa Timur, mengeluhkan sistem pengamanan aparat keamanan.

NUSANTARA

Sabtu, 22 Jun 2013 08:53 WIB

Author

Nanda Hidayat

Warga Syiah Keluhkan Pengamanan di Rusunawa

syiah sampang, rusunawa, pengamanan, portalkbr.com

KBR68H, Jakarta- Warga Syiah yang menempati rusunawa di Sidorajo Jawa Timur, mengeluhkan sistem pengamanan aparat keamanan. Pendamping Syiah Sampang, Agus Setiawan mengatakan, tiap malam hanya dua aparat polisi dan TNI yang berjaga. Sementara pos keamanan hanya ada satu. Menurut Agus, seharusnya warga Syiah mendapatkan pengaman lebih pasca diusir dari GOR Sampang. Apalagi masih banyak anak-anak dan perempuan yang trauma pasca pengusiran itu. (Baca: Satgas PA : Awasi Relokasi Pengungsi Syiah Sampang !)

" Kalau keamanan itu hanya ada satu pos polisi kecil di sana. Sepertinya mereka dibiarkan untuk berbaur dengan tetangga di sana. Jadi tidak banyak polisi di sana paling dua dan dua juga dari aparat TNI," kata Agus Setiawan kepada KBR68H

200-an warga Syiah Sampang Madura direlokasi secara paksa oleh pemerintah setempat dan aparat kepolisian. Tak hanya pengusiran, warga Syiah juga mendapatkan perlakuan kasar. Kini mereka telah berada di rusunawa di Sidoarjo. Warga Syiah yang tinggal di GOR Sampang Madura adalah mereka yang terusir dari kampungnya di dusun Nangkernang, desa Karang Gayam, Agustus tahun lalu. Rumah mereka dibakar oleh massa intoleran.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak