Bagikan:

Wabup Bireuen: Guru Perlu Belajar Komputer dan Akses Internet

Kepala sekolah dan guru di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh kebanyakan belum bisa mempergunakan komputer dan mengakses internet. Untuk itu, Wakil Bupati Bireuen, Mukhtar Abda meminta Agustus mendatang, kepala sekolah dan guru di kabupaten itu sudah dapat

NUSANTARA

Selasa, 11 Jun 2013 14:20 WIB

Wabup Bireuen: Guru Perlu Belajar Komputer dan Akses Internet

Wabup Bireuen, Guru, Komputer, Akses Internet

KBR68H, Bireuen - Kepala sekolah dan guru di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh kebanyakan belum bisa mempergunakan komputer dan mengakses internet. Untuk itu, Wakil Bupati Bireuen, Mukhtar Abda meminta Agustus  mendatang, kepala sekolah dan guru di kabupaten itu sudah dapat menguasai cara mempergunakan alat tersebut.

Penegasan itu dikatakan Mukhtar Abda pada acara syukuran keberhasilan Ujian Nasional (UN) SMP/SMA/SMK 2013 di SMA Negeri 2 Bireuen Senin (10/6). Selain itu belajar computer, dia juga meminta agar guru datang ke sekolah pada pukul 8.00 WIB.

“Meski pun pada jam 8.00 pagi guru yang bersangkutan bukan jam mengajarnya, tetapi jam yang bukan dia mengajar bisa dimanfaatkan masuk ruang pustaka untuk membaca. Guru jangan hanya bisa masuk kelas lalu memberikan cacatan untuk siswa kemudian guru itu duduk di kantin,” tegas Wakil Bupati Bireuen itu.

Disisi lain dia juga mengaku bangga, sebab Kabupaten Bireuen memperoleh urut pertama kelulusan UN tingkat Provinsi Aceh, walau tingkat Nasional Aceh menduduki peringkat terbawah. Ia juga bangga dengan para siswa yang mendapatkan undangan di beberapa perguruan tinggi di Aceh.

“Kita berharap ke depan anak-anak kita bukan hanya mendapatkan undangan di perguruan tinggi daerah kita saja. Namun ke depan saya berharap agar anak-anak kita juga mendapatkan undangan perguruan tinggi lain di kota-kota besar luar Aceh,” tegasnya. (Zulhelmi)

Sumber: Getsu FM Bireun
Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending