Tak Layak Konsumsi, Dua Perusahaan Air Minum di Aceh Disegel

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemkot Banda Aceh menyegel dua perusahaan air minum.

NUSANTARA

Kamis, 06 Jun 2013 17:06 WIB

Author

Radio Antero FM

Tak Layak Konsumsi, Dua Perusahaan Air Minum di Aceh Disegel

aceh, rencong, jip le, air minum, bpom

KBR68H, Aceh- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemkot Banda Aceh menyegel dua perusahaan air minum.

Air kemasan yang bermerk Rencong dan Jip Ie diakuinya sangat  tidak layak dikonsumsi. Selain tempat produksi yang tidak higenis, botol kemasan yang digunakan juga diduga menggunakan kemasan bekas.

Bahkan perusahaan air minum bermerk, Jip Ie, diketahui menempel daftar merk palsu yang tidak terdaftar di BPOM.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh Syamsuliani, mengatakan penertiban itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk-produk makanan dan minuman yang tidak layak. Syamsul mengakui sebelumnya pihak BPOM sudah mengingatkan kedua perusahaan tersebut namun belum ada perubahan. Menurut Syamsuliani ada beberapa aspek yang dilanggar kedua perusahaan itu.

“Ini memang tidak memenuhi standar, kondisi ruangan dan lampu yang tidak ada pengaman, pekerjanya juga tidak menggunakan pakaian yang standar, kebersihan juga tidak ada, jadi ini memang kritis”lanjutnya.

Syamsuliani menambahkan pihaknya sama sekali tidak berniat menghambat usaha masyarakat, namun ia berharap agar pelaku usaha melakukan produksi secara baik, sedangkan tugas Balai POM adalah melakukan pengawasan dengan tujuan melindungi masyarakat.

Sementara itu, Manajer Perusahaan Jip Ie Jamal mengatakan pihaknya akan menghentikan produknya dan mengikuti aturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Aceh, Jamal juga mengakui adanya pemalsuan merk produksi milik BPOM pada produksi Jip Ie tersebut.

Sumber: Radio Antero FM


Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam