Ruliati, Perempuan Rembang yang Jadi Pawang Ular

Kaum wanita umumnya takut dengan ular, apalagi ular berbisa. Tapi di Desa Pandean Kecamatan Rembang Kota, Jawa Tengah, ada seorang perempuan yang berprofesi menjadi pawang ular. Konon pada awal memperdalam ilmu, harus berani digigit berbagai jenis ular.

NUSANTARA

Senin, 17 Jun 2013 17:10 WIB

Author

Radio R2B

Ruliati, Perempuan Rembang yang Jadi Pawang Ular

Ruliati, Rembang, Pawang Ular

KBR68H, Rembang – Kaum wanita umumnya takut dengan ular, apalagi ular berbisa. Tapi di Desa Pandean Kecamatan Rembang Kota, Jawa Tengah, ada seorang perempuan yang berprofesi menjadi pawang ular. Konon pada awal memperdalam ilmu, harus berani digigit berbagai jenis ular.

Dwi Ruliati (53 tahun) warga Desa Pandean, belakang STIE YPPI Rembang, pagi itu tengah sibuk membersihkan lingkungan rumah sekitarnya. Sekilas tampak seperti ibu rumah tangga kebanyakan. Tapi siapa sangka dia mempunyai keahlian sebagai seorang pawang ular, yang telah menaklukkan ribuan ekor ular.

Dwi Ruliati menceritakan sejak kecil usia 7 tahun sudah dekat dengan ular, karena kebetulan ayahnya juga pawang ular. Dari situlah, ia mencoba menyerap ilmu tentang dunia ular dari sang ayah. Banyak ritual harus dilewati, mulai berpuasa, makan nasi putih saja atau mutih hingga minum air kembang.

Puncaknya ketika harus menjajal ilmu, dengan sengaja menggigitkan ular ke tangan. Mulai ular level rendah sampai pada ular yang terkenal sangat berbisa, seperti cobra. Dwi menunjukkan tangannya, terdapat beberapa bekas gigitan ular. Tapi beruntung, Tuhan masih memberikan keselamatan dan niat untuk menyerap ilmu tergolong berhasil.

Wanita paruh baya ini sudah tak terhitung lagi, menolong warga yang ketakutan, gara gara di dalam rumahnya kemasukan ular atau kena gigitan ular berbisa. Semua ia jalani dengan penuh keikhlasan, tanpa mematok biaya.

Pernah ada pengalaman lucu, saat ia masih perawan. Kebetulan seorang perjaka digigit ular dekat bagian kemaluan, saat buang air besar di bawah rumpun bambu. Warga sekitar pun geger, begitu tahu yang akan mengobati adalah pawang wanita. Demi menyelamatkan nyawa pemuda tersebut, Dwi tetap turun tangan.

Dwi kini mempunyai dua anak. Anak keduanya, Febrina Dyah Ayu yang sekarang bekerja di Pasuruan Jatim, kelihatan sejak kecil punya bakat untuk mewarisi ilmu tersebut. Febrina juga sudah akrab dengan ular, sejak usia belia. Tapi anaknya laki laki yang sulung, justru sangat takut dengan ular.

Dwi Ruliati tak ingin memaksakan semua anaknya harus sama mengikuti jejaknya, karena bagaimanapun mereka menyimpan potensi dan jalan yang berbeda beda. (Wahyu Adi)

Sumber: R2B Rembang
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8