covid-19

Polisi Yakin Pelaku Bom Bunuh Diri di Poso Anggota Jaringan Santoso

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Indonesia menduga pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah merupakan anggota jaringan teroris Poso yang dipimpin Santoso.

NUSANTARA

Selasa, 04 Jun 2013 14:27 WIB

Polisi Yakin Pelaku Bom Bunuh Diri di Poso Anggota Jaringan Santoso

bom poso, jaringan santoso, identifikasi, teroris

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Indonesia menduga pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah merupakan anggota jaringan teroris Poso yang dipimpin Santoso. Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Boy Rafli Amar mengatakan saat ini polisi baru dapat mengenali wajah serta ciri-ciri pelaku tersebut, sedangkan identitasnya masih dalam penyelidikan.

"Jadi kita tetap yakin yang melakukan aksi ini tetap bagian dari kelompok jaringan lama yang selama ini memang melakukan aktivitas teror di Poso. Dan bahkan di antara mereka, ada juga yang melakukan aktivitas di luar Poso dan tertangkap di luar Poso, sebagaimana yang pernah tertangkap di Sulawesi Selatan, di Surakarta, dan juga tertangkap di Nusa Tenggara Barat. Memang, dari hasil data penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan memang memiliki aviliasi kelompok terdahulu yang ada di Poso," terang Boy di Mabes Polri, Selasa (4/6).

Kemarin aksi bom bunuh diri terjadi di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah. Pelaku bom bunuh diri menggunakan sepeda motor menerobos masuk ke Mapolres setelah sempat dihalang-halangi petugas. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, selain pelaku bom bunuh diri.

Sementara itu, kepolisian segera membuat prasasti perdamaian di sejumlah wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Bekas Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Dewa Parsana mengatakan, prasasti tersebut akan dibangun sebagai media perdamaian masyarakat Poso.

Kata Dewa Parsana, yang kini menjabat Inspekur Pengawasan Umum Mabes Polri, prasasti perdamaian menjadi pusat kegiatan masyarakat untuk membahas isu-isu kekerasan dan mencari solusinya.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?