Panglima TNI: Saksi Kasus Cebongan Harus Dapat Jaminan Perlindungan

KBR68H, Jakarta - Panglima TNI, Agus Suhartono tak mempermasalahkan para saksi kasus penembakan di Lapas Cebongan bersaksi lewat Teleconference.

NUSANTARA

Jumat, 21 Jun 2013 08:05 WIB

Author

Elli Kamilah & Febriana

Panglima TNI: Saksi Kasus Cebongan Harus Dapat Jaminan Perlindungan

persidangan, cebongan, kopassus, jaminan perlindungan saksi, panglima TNI

KBR68H, Jakarta - Panglima TNI, Agus Suhartono tak mempermasalahkan para saksi kasus penembakan di Lapas Cebongan bersaksi lewat Teleconference. Pasalnya kata dia hal itu tidak bertentangan dengan UU yang berlaku. Menurut Agus langkah tersebut bisa dilakukan untuk memberikan jaminan perlindungan kepada para saksi. Sebelumnya sejumlah saksi penyerangan Lapas Cebongan hingga saat ini masih enggan memberikan keterangan terkait penyerangan tersebut.

“Saya kira opsi apapun yang diizinkan oleh peraturan perundangan, silakan dilakukan yang penting bahwa semuanya itu keterangannya bisa diambil untuk kepentingan peradilan. Harapan kita dengan kesaksian apakah teleconference atau hadir langsung di pengadilan bisa menjadikan bahan yang penting bagi keputusan seadil-adilnya,”kata Agus di Kantor Presiden, Kamis (20/6).

Sementara itu, Kepala Pengadilan Militer Utama, AR Tampubolon menjamin persidangan kasus penyerangan Lapas Cebongan akan berjalan tanpa adanya campur tangan dari petinggi militer. Menurutnya sidang militer terbuka dan dihadiri oleh masyarakat umum. Hal itu membuktikan jika peradian militer kasus Cebongan tidak ada yang ditutupi.

"Apa yang anda lihat saat ini adalah sidang yang dilaksanakan oleh peradilan militer yang dilakukan secara terbuka dan transparan yang dihadiri oleh kita semua. Tujuannya kita adalah penegakan hukum di lingkungan peradilan kita tidak main – main , bahwa kita sebagai peradilan militer juga tentu saja akan melakukan tugas sesuai undang – undang yang berlaku."

Kepala Pengadilan Militer Utama, AR Tampubolon menambahkan, peradilan militer tidak akan main – main dengan kasus Cebongan ini, sebab diawasi langsung oleh Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial. Ia juga berjanji kegaduhan selama masa sidang yang dilakukan Gerakan Rakyat Indonesia Baru tidak akan kembali terulang dalam sidang ke dua yang digelar Senin mendatang.

Sebelumnya, sidang perdana kasus penyerangan Lapas Cebongan di Yogyakarta yang dilakukan 12 anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah yang menewaskan empat tahanan, digelar kemarin di Pengadilan Militer atau Danmil II-12 Yogyakarta. Dalam proses sidang, masyarakat dibolehkan mengikuti jalannya persidangan.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri