KBR68H, Jakarta - Panglima TNI, Agus Suhartono tak mempermasalahkan para saksi kasus penembakan di Lapas Cebongan bersaksi lewat Teleconference. Pasalnya kata dia hal itu tidak bertentangan dengan UU yang berlaku. Menurut Agus langkah tersebut bisa dilakukan untuk memberikan jaminan perlindungan kepada para saksi. Sebelumnya sejumlah saksi penyerangan Lapas Cebongan hingga saat ini masih enggan memberikan keterangan terkait penyerangan tersebut.
“Saya kira opsi apapun yang diizinkan oleh peraturan perundangan, silakan dilakukan yang penting bahwa semuanya itu keterangannya bisa diambil untuk kepentingan peradilan. Harapan kita dengan kesaksian apakah teleconference atau hadir langsung di pengadilan bisa menjadikan bahan yang penting bagi keputusan seadil-adilnya,”kata Agus di Kantor Presiden, Kamis (20/6).
Sementara itu, Kepala Pengadilan Militer Utama, AR Tampubolon menjamin persidangan kasus penyerangan Lapas Cebongan akan berjalan tanpa adanya campur tangan dari petinggi militer. Menurutnya sidang militer terbuka dan dihadiri oleh masyarakat umum. Hal itu membuktikan jika peradian militer kasus Cebongan tidak ada yang ditutupi.
"Apa yang anda lihat saat ini adalah sidang yang dilaksanakan oleh peradilan militer yang dilakukan secara terbuka dan transparan yang dihadiri oleh kita semua. Tujuannya kita adalah penegakan hukum di lingkungan peradilan kita tidak main – main , bahwa kita sebagai peradilan militer juga tentu saja akan melakukan tugas sesuai undang – undang yang berlaku."
Kepala Pengadilan Militer Utama, AR Tampubolon menambahkan, peradilan militer tidak akan main – main dengan kasus Cebongan ini, sebab diawasi langsung oleh Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial. Ia juga berjanji kegaduhan selama masa sidang yang dilakukan Gerakan Rakyat Indonesia Baru tidak akan kembali terulang dalam sidang ke dua yang digelar Senin mendatang.
Sebelumnya, sidang perdana kasus penyerangan Lapas Cebongan di Yogyakarta yang dilakukan 12 anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah yang menewaskan empat tahanan, digelar kemarin di Pengadilan Militer atau Danmil II-12 Yogyakarta. Dalam proses sidang, masyarakat dibolehkan mengikuti jalannya persidangan.
Editor: Doddy Rosadi
Panglima TNI: Saksi Kasus Cebongan Harus Dapat Jaminan Perlindungan
KBR68H, Jakarta - Panglima TNI, Agus Suhartono tak mempermasalahkan para saksi kasus penembakan di Lapas Cebongan bersaksi lewat Teleconference.

Jumat, 21 Jun 2013 08:05 WIB


persidangan, cebongan, kopassus, jaminan perlindungan saksi, panglima TNI
Kirim pesan ke kami
WhatsappBERITA LAINNYA - NUSANTARA
Dulu Bacapres, Kini Cak Imin Tak Masalah Jadi Bacawapres Anies
Cak Imin mengaku rela menjadi cawapres meski awalnya bakal menjadi calon presiden.
Bawaslu Banyuwangi Ingatkan Netralitas ASN Bermedia Sosial
“Kami mengimbau kepada ASN untuk tetap menjaga kondusifitas Banyuwangi"
Ribuan Hektare Hutan di Jatim Terbakar
“Ada sekitar 6171,5 hektare yang terbakar, ada yang mungkin abai, puntung rokok atau gimana ya mungkin faktor manusia,”
Kebakaran Meluas, Taman Nasional Baluran Ditutup
“Masih ditutup sampai tanggal 30 September sesuai edaran,"
Operasi Pasar di Kediri, Beras dan Telur Paling Laris
Beras Rp52 ribu per pak.
Gas Beracun, Ratusan Warga Aceh Timur Mengungsi
”Mengimbau masyarakat yang merasakan atau tercium bau yang seperti yang sudah-sudah itu, supaya untuk mengungsi dulu."
Siswa di Rempang Trauma, Mendikbud Diminta Segera Kirim Tim
"Jika ada petugas lewat ataupun berdiri di luar sana, mereka bersembunyi di bawah meja belajarnya. Luar biasa ketakutan mereka, ini tidak boleh kita biarkan."
Ribuan KK di Banyuwangi Menerima Bansos 10 Kg Beras
Total ada 122.047 KK yang menerima bansos beras.
Kaesang Gabung ke PSI, Gibran Enggan Komentar
"Tanya Kesang, tanya saja ke PSI. Jangan ke saya."
Kaesang Gabung ke PSI, Pengamat: Tidak Nyaman di PDIP
"Mestinya kan satu keluarga satu partai, ya mesti di pecat Jokowi kalau Kaesangnya ke PSI."
Komnas HAM Paparkan Temuan Awal PascaBentrokan di Rempang
Dampak asap gas air mata membuat Kepala SMP Negeri 22 Galang, seorang guru dan 10 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Kekeringan, Lintas Agama di Banyuwangi Doa Minta Hujan
"Walaupun airnya menurun kami bersama gabungan Hippa, Hippa anggota dan tokoh masyarakat rembug dengan jalan doa bersama,”
Persiapan Pemindahan ASN ke IKN Nusantara 2024, Ada Pegawai Keberatan?
"Sampai hari ini tidak ada yang ke saya tidak mau dipindah, Justru ada ASN yang tidak masik dalam scenario pindah dia mengusulkan pindah."
Mati Diduga Karena Kelaparan, Walkot Kediri: Saya Kira Tidak
"Kalau kelaparan saya kira tidak, karena tetangga di situ sangat dekat dengan Bu Sri, tetangga juga sering memberikan makanan"
Poster Kaesang dengan Logo PSI Marak di Solo
Poster Kaesang-PSI itu terpasang di berbagai sudut kota Solo. Di persimpangan jalan, sekitar pasar tradisional, hingga jalanan yang padat lalu lintas.
Namaku Mawar, Gibran: Bukan Kaesang
"Kita nggak tahu Mawar itu siapa. Kok sudah menduga-duga itu adik saya, memangnya itu adik saya?"
Banjir Landa 5 Kabupaten di Aceh
”Diperhitungkan dalam minggu ini curah hujan di seluruh Aceh tinggi."
5 TPA di Jateng Terbakar Selama Kemarau 2023
"Yang pertama itu terjadi di Tegal TPA Penujah pada Juni kemarin, yang terakhir kemarin di TPA Jatibarang Kota Semarang tapi sekarang sudah terkendali,"
Kuota 30 Persen Perempuan, KPU Banyuwangi: Parpol Siapkan Pengganti
"Mereka tanda kutip agak menggerutu (keberatan)"
Kebakaran di TPA Sampah Putri Cempo Solo Ganggu Produksi Listrik PLTSa
PLTSa Putri Cempo sejak Mei lalu sudah menjalani uji coba untuk mendapat sertifikasi layak operasi dari Kementerian ESDM, dan akan diresmikan pada akhir Oktober mendatang.
Recent KBR Prime Podcast
Bedah Prospek Emiten Energi dan EBT
Google Podcasts Ditutup Tahun Depan
Kabar Baru Jam 7
30 Provinsi Kekurangan Dokter Spesialis
Kabar Baru Jam 8