Bagikan:

Masyarakat Enggan Berkebun, Lahan di Bireun Banyak yang Mubazir

Masyarakat Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh masih enggan memamfaatkan lahan perkebunan milik mereka. Akibat tidak dimanfaatkan, kebanyakan lahan perkebunan di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen hingga saat ini masih terlantar.

NUSANTARA

Senin, 03 Jun 2013 14:45 WIB

Author

Zulhelmi

Masyarakat Enggan Berkebun, Lahan di Bireun Banyak yang Mubazir

Berkebun, Lahan di Bireun Mubazir

KBR68H, Bireuen - Masyarakat Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh masih enggan memamfaatkan lahan perkebunan milik mereka. Akibat tidak dimanfaatkan, kebanyakan lahan perkebunan di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen hingga saat ini masih terlantar.
 
Untuk memanfaatkan areal yang nilai mubazir itu perlu adanya keinginan masyarakat, terutama pemilik lahan itu sendiri.  Ini ditegaskan Sekretaris Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bireun, Mawardi, Senin (3/6) di Kantor Pusat Pemeritahan Bireuen usai mengikuti Hari Ulang Tahun Satpol-PP ke 63, yang juga dirangkaikan HUT Sat Linmas ke 51, dan HUT Polisi Wilayatul Hisbah (WH) ke 10.
 
“Banyak lahan yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya sehingga juga menjadi sarang hama babi sehingga dapat mengganggu perkebunan masyarakat lain disekitarnya,” ucap Mawardi.
 
Dia menyebutkan, untuk memberdayakan kembali lahan yang terlantar itu diperlukan keinginan masyarakat itu sendiri. “Artinya pemilik lahan harus proaktif, pemerintah sesuai dengan kemampuan yang ada akan mendukungnya,” tukasnya.
 
Terkait akses menuju ke lahan perkebunan milik warga yang belum dibangun, menurut Mawardi, pembangunan itu berproses, tidak bisa sekaligus. Sebab, pemda masih memiliki keterbatasan keuangan dan luasnya wilayah yang terlayani.           
 
“Kalau pun dibuat jalan setapak dulu, yang penting lahan harus tergarap. Nanti pemerintah akan terus berusaha memfasilitasinya,” pungkas Mawardi.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia