Lagi, Kecelakaan Tambang Freeport Telan Korban Jiwa

Kecelakaan tambang PT Freeport di Papua kembali menelan satu korban jiwa. Sekretaris Hubungan Industrial SP Freeport, Tri Puspital mengatakan, korban Herman Wahid tewas setelah satu hari menjalani perawatan serius. Herman tertimbun material ketika bekerj

NUSANTARA

Sabtu, 01 Jun 2013 20:26 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Lagi, Kecelakaan Tambang Freeport Telan Korban Jiwa

Kecelakaan Tambang, Freeport

KBR68H, Jakarta - Kecelakaan tambang PT Freeport di Papua kembali menelan satu korban jiwa.

Sekretaris Hubungan Industrial SP Freeport, Tri Puspital mengatakan, korban Herman Wahid tewas setelah satu hari menjalani perawatan serius. Herman tertimbun material ketika bekerja melakukan perawatan terowongan.

"Saat Ore-nya diturunkan, tidak diduga material itu basah sehingga tumpah menutupi truk tersebut. Padahal, posisi korban ada di dalam truk tersebut. Ini istilahnya lumpur basah. Tetap kita mengambil sikap secara organisasi untuk mengingatkan kembali pada perusahaan lebih mengedepankan keselamatan kerja, K3, sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja," ungkap Sekretaris Hubungan Industrial SP Freeport, Tri Puspital ketika dihubungi KBR68H.

Pertengahan bulan lalu, kecelakaan tambang di perusahaan emas terbesar di dunia itu menewaskan 28 pekerja. Mereka tewas akibat tertimbun terowongan. Hingga kini, penyelidikan atas runtuhnya terowongan itu belum membuahkan kesimpulan.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes