KPA: Perusahaan Tambang Pasir Besi di Pantai Jawa Merusak Lingkungan

KBR68H, Jakarta - Konsorsium Pembaruan Agraria mengutuk tindakan kekerasan yang diakukan aparat berupa penembakan terhadap warga Kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Agrabinta.

NUSANTARA

Rabu, 26 Jun 2013 13:37 WIB

Author

Doddy Rosadi

KPA: Perusahaan Tambang Pasir Besi di Pantai Jawa Merusak Lingkungan

KPA, perusahaan tambang pasir, pantai selatan jawa, rusuh cianjur

KBR68H, Jakarta - Konsorsium Pembaruan Agraria mengutuk tindakan kekerasan yang diakukan aparat berupa penembakan terhadap warga Kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Agrabinta. Peristiwa tersebut terjadi kemarin ketika warga dari tiga Kecamatan menolak kehadiran perusahaan tambang pasir besi PT Mega Top Inti Selaras.

Dalam peristiwa itu, 5 orang tertembak dan 1 diantaranya kritis karena tertembak di bagian dada oleh aparat keamanan. Menurut informasi yang dihimpun anggota KPA, Paguyuban Petani Cianjur (PPC), Warga dari Kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Argabinta, Cianjur Selatan menolak keberadaan perusahaan tersebut karena dirasa merusak lingkungan. Eksploitasi pasir besi pada kenyataannya membuat pantai selatan Cianjur sepanjang 70 km mengalami abrasi. Abrasi dirasakan membahayakan masyarakat Cianjur karena merusak fungsi sosial ekologis pesisir.

Dalam keterangan pers yang diterima KBR68H, Konsorsium Pembaruan Agraria mendesak pemerintah segera menyelesaikan konflik agraria secara menyeluruh dan fundamental melalui pelaksanaan reforma agraria. Karena, reforma agraria merupakan satu-satunya jalan terwujudnya keadilan sosial atas sumber kekayaan alam.

KPA juga menolak keberadaan perusahaan tambang pasir besi di sepanjang pantai selatan jawa karena membahayakan ruang hidup rakyat dan merusak fungsi sosial ekologis lingkungan pesisir serta mendorong bencana abrasi. Selain itu, KPA juga mengajak seluruh elemen kaum tani, buruh, nelayan, mahasiswa serta elemen progresif lainnya untuk menguatkan barisan demi mendorong adanya pelaksanaan reforma agraria sebagai satu-satunya jalan menuju kemerdekaan sejati.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN