Jokowi Undang Organda Bahas Kenaikan Tarif Angkutan Umum

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertanyakan rencana pengusaha angkutan darat untuk menaikkan tarif angkutan sebesar 30 hingga 40 persen. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan ia tidak ingin kenaikan tarif angkutan memberatkan masyarakat Jakarta.

NUSANTARA

Rabu, 19 Jun 2013 14:51 WIB

Author

Sasmito

Jokowi Undang Organda Bahas Kenaikan Tarif Angkutan Umum

organda, joko widodo, tarif angkutan umum

KBR68H,Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertanyakan rencana pengusaha angkutan darat untuk menaikkan tarif angkutan sebesar 30 hingga 40 persen. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan ia tidak ingin kenaikan tarif angkutan memberatkan masyarakat Jakarta. Rencananya, Kamis besok Jokowi mengundang organisasi Organda yang membawahi pengusaha angkutan darat.

“Ya besok mau saya undang, namanya kenaikan tarif ya harus ada hitung-hitungannya. Yang paling penting jangan memberatkan masyarakat. Matrik perhitungan kan menurut mereka, versi masyarakat ka nada hitungannya sendiri. Makanya kita ingin tahu kalkulasinya seperti apa,” ujar Jokowi di Balaikota Jakarta

Organisasi pengusaha angkutan darat Organda berencana menaikkan tarif angkutan terutama angkutan penumpang, setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak BBM bersubsidi. Organda mengklaim angkutan umum tidak mendapat insentif atau keringanan beban terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Organda memperkirakan tarif angkutan umum darat diperkirakan mencapai 40 persen.

Editor: Antonius Eko


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Warga Syiah Sampang Anut Aswaja, Preseden Buruk Toleransi

Program Siswa Asuh Sebaya Bantu Pelajar Berstatus Ekonomi Kurang Mampu

Kabar Baru Jam 8