Delapan Tersangka Korupsi di Dinas Perikanan TTU Ditahan

KBR68H, Timor Tengah Utara - Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Timor Tengah Utara menahan delapan tersangka dugaan korupsi Kapal Pengawas di Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.

NUSANTARA

Rabu, 19 Jun 2013 06:57 WIB

Author

Oscar Prasso

Delapan Tersangka Korupsi di Dinas Perikanan TTU Ditahan

tersangka korupsi, dinas perikanan, timor tengah utara

KBR68H, Timor Tengah Utara - Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Timor Tengah Utara menahan delapan tersangka dugaan korupsi Kapal Pengawas di Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Kasus ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp117 juta lebih.

Kedelapan tersangka yang ditahan itu di antaranya bekas Kepala Dinas, Panitia PHO, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Didye Try Haryadi mengatakan, penahanan dilakukan karena ancaman hukuman para tersangka di atas lima tahun. Selain itu dikhawatirkan para tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Walaupun dalam hal ini ada enam orang pegawai negeri sipil dan dua orang swasta , yang kita khawatirkan swastanya. Karena pegawai negeri sipil pekerjaannya sudah jelas, dia tidak akan kemana-mana. Tetapi kalau kita lakukan yang pegawai tidak kita tahan di rutan, sedangkan swasta kita tahan kan terjadi diskriminasi hukum. Makanya dengan pemikiran itu kita tahan semuanya,” katanya.

Penanganan korupsi proyek kapal pengawas di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2009 sebesar hampir Rp1 miliar, dilakukan pihak Kepolisian setempat selama tiga tahun sejak 2009. Kasus ini mencuat setelah BPKP menemukan adanya sisa pekerjaan yang belum selesai, namun telah diserah terimakan. Dijadwalkan pekan depan kasus ini mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Inggris Bersikeras Tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober 2019

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks