Calon Perseorangan Pilwakot Pontianak Kurang KTP Dukungan

Pasangan Iwan Gunawan dan Andrea Acui Simanjaya masih harus bekerja keras untuk meloloskannya sebagai calon walikota dan wakil walikota dari jalur perseorangan.

NUSANTARA

Jumat, 14 Jun 2013 17:04 WIB

Author

Radio Volare

Calon Perseorangan Pilwakot Pontianak Kurang KTP Dukungan

Calon Perseorangan, Pilwakot Pontianak, KTP Dukungan

KBR68H, Pontianak - Pasangan Iwan Gunawan dan Andrea Acui Simanjaya masih harus bekerja keras untuk meloloskannya sebagai calon walikota dan wakil walikota dari jalur perseorangan.

Pasalnya, dari 30.889 KTP dukungan yang diserahkan kepada KPU Kota Pontianak, Kalimantan Barat, hanya 20.823 KTp dukungan yang memenuhi syarat diloloskan KPU, sementara 10.066 KTP tidak memenuhi syarat.

Ini berarti pasangan ini harus mencari lagi 5.587 KTP tambahan untuk bisa menggenapkan minimal suara yang ditetapkan KPU untuk calon independen sebanyak 26.410 KTP.

Tidak hanya itu, sesuai ketentuan, pasangan Iwan Guawan-Andreas Acui Simanjaya harus memaksimalkan jumlah dukungan dua kali lipat dari jumlah kekurangan yang ada.

“Iya itu sudah ketentuan yang ada. Jadi, dari kekurangan 5.587 KTP itu dikali dua kali lipat lagi totalnya menjadi 11.174 KTP lagi yang dibutuhkan,” kata Komisioner KPU Kota Pontianak Sujadi.

Kedua pasangan ini diberi waktu untuk masa perbaikan sejak Rabu lalu hingga pada tanggal 3-9 Juli mendatang. Iwan Gunawan membenarkan adanya surat suara yang tidak memenuhi syarat. Untuk itu, pihaknya pun mulai mengumpulkan KTP dukungan sebanyak 11 ribu lebih tersebut.

Menurutnya, hal tersebut adalah tantangan yang harus dilewatinya untuk bisa menjadi bakal calon yang lolos oleh KPU. Iwan optimistis masalah yang dihadapinya, baik penambahan surat suara maupun hal lainnya tidak akan menggoyahkan keinginannya untuk ikut serta bertarung dalam Pilwako 19 September 2013 mendatang.

Sumber: Volare
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Program Siswa Asuh Sebaya Bantu Pelajar Berstatus Ekonomi Kurang Mampu

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Let's Happy Be Healthy with Mima Shafa

WHO Sediakan Jutaan Unit Tes Cepat COVID bagi Negara Miskin