BBM Naik, Petani cabai di Pidie Keluhkan Ongkos Transportasi

Petani cabai di Kabupaten Pidie, "menjerit" karena harga cabai semakin menurun sedangkan biaya transportasi kian melambung pasca kenaikan BBM bersubsidi.

NUSANTARA

Rabu, 26 Jun 2013 19:52 WIB

Author

Radio Mutiara FM

BBM Naik, Petani cabai di Pidie Keluhkan Ongkos Transportasi

petani cabai, pidie, bbm

KBR68H, Aceh- Petani cabai di Kabupaten Pidie, "menjerit" karena harga cabai semakin menurun sedangkan biaya transportasi kian melambung pasca kenaikan BBM bersubsidi.
 
Ramli Petani cabai asal Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, mengaku, untuk mengangkut cabai hasil pannenya ke Kota Sigli biasanya mengeluarkan biaya hanya Rp 100.00. Namun pasca kenaikan BBM dia terpaksa merogoh kocek lebih dalam tidak kurang dari Rp 150.000 sekali angkut.
 
"Kami petani cabai merasa tertekan oleh imbas kenaikan BBM karena biaya transportasi naik hinga 50 persen dari harga semula, sedangkan harga cabai di pasaran terus menurun", katanya.
 
Sebut dia, harga cabai sepekan lalu mencapai Rp 40.000 per kg, tetspi sejak tiga hari ini harganya anjlok menjadi Rp 35.000 perkilo.
 
" Petani cabai di Pidie tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah pasca kenaikan BBM",ungkap Ramli.
 
Terkait turunnya harga jual komudoti holtikultura, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral, (Disperindag Kop-ESDM) Pidie, Idham, menyatakan sangat dipengaruhi oleh hasil produksi dan permintaan pasar, jika panen melimpah justru harganya bisa turun, begitu pula sebaliknya.
 
"Harga cabai dan jenis sayuran lainya, sangat dipengaruhi oleh hasil produksi, dan tidak ada imbasnya dengan kenaikan BBM, kecuali ongkos trasportasinya yang naik pasca kenaikan BBM,"katamya.
 
Lanjud Idham, pihaknya telah menghimbau semua dunia usaha, baik barang dan jasa, termasuk trasportasi, agar dalam menaikkan tarif sepihak, karena bisa berdampak terhadap aktivitas perekonomian.
 
" khusus harga trasportasi itu diatur oleh organisasi angkuatan, tetapi tidak boleh secara sepihak dan tetap mengacu pada aturan yang ditetapkan Pemerintah", ungkapnya.

Sumber: Radio Mutiara FM

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18